Kalteng Today – Kuala Kurun, – Di tahun 2021 ini, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) telah menetapkan sembilan kecamatan yang di wilayah bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau ini, menjadi langganan banjir dikala musim penghujan.
Kepala BPBD Kabupaten Gumas Champili mengatakan, bahwa yang terdata ada sembilan kecamatan yang sering tergenang banjir jika terjadi curah hujan yang cukup tinggi. Sehingga, dia mengimbau masyarakat di bantaran sungai Kahayan, Rungan, dan Manuhing tersebut untuk selalu waspadai akan datangnya banjir.
“Memang yang tercatat sebanyak sembilan kecamatan yang sering mengalami banjir, akan tetapi sekarang ini hanya ada empat kecamatan saja yang terkena dampak banjir seperti Kecamatan Tewah, Kurun, Rungan Hulu dan Manuhing Raya,” ucap Champili saat dibincangi di kantor BPBD setempat, Kamis (15/7).

Sedangkan, kata dia, untuk penanganan sudah dilakukan yakni mendata kerugian dan jumlah masyarakat yang terdampak banjir. Serta lanjut dia, guna memprediksi berapa hari lama banjir supaya tahu cara penanganan dan melihat bagaimana kondisi ketika di lapangan oleh tim dari BPBD Kabupaten Gumas.
“Tim kita dari BPBD Gumas telah mendatangi lokasi, untuk mengetahui apa yang diperlukan dan bisa kita tentukan statusnya. Kalau kondisi di empat wilayah saat ini airnya masih mengalami meningkat dan kita masih belum bisa menetapkan status bencana banjirnya,” ujarnya.
Lebih lanjut, dijelaskannya, berdasarkan prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) status di Kabupaten Gumas masih mengalami curah hujan, disertai angin yang cukup tinggi.
Dia menghimbau kepada masyarakat agar selalu mewaspadai terhadap banjir yang suatu waktu bisa menggenangi wilayah pemukiman warga.
Baca Juga : Dewan Minta Semua Perusahan di Gumas Hentikan Angkutan Yang Melebihi Tonase
“Untuk prediksi dari BMKG curah hujan di wilayah kita ini dinilai cukup tinggi, maka kita mengharapkan masyarakat agar selalu siaga serta mewaspadai apalagi warga yang di beberapa kecamatan khusus mereka yang tinggal di bantaran sungai agar selalu mewaspadai. Karena banjir itu tidak menentu dan tidak bisa diprediksi,” pungkasnya. [Red]














Discussion about this post