Asisten Divisi Datang
Beberapa saat kemudian, seorang pria mendatangi rombongan.
Pada seragamnya tertulis nama Ardiles RA Kana. Ia memperkenalkan diri sebagai asisten divisi.
Ketua Majelis Wawan Embang kemudian menjelaskan tujuan kedatangan mereka.
“Kemarin Pak Asean, manager perizinan PT BAP, ada mengirim surat ke saya, melalui WA saja masih. Kami ini, karena harus kami jawab dan tanggapi kan. Kami padahal bisa saja lewat WA, tapi kami menghormati etikanya, sehingga kami antar langsung. Kedatangan kami ke sini hanya untuk mengantar surat tanggapan atas surat perusahaan,” jelas Wawan.
Ardiles kemudian menyampaikan permintaan maaf dan mengatakan pimpinan sedang tidak berada di tempat.
Baca Juga : Pakai Rumus PT BAP, Warga Sebabi Ajukan Gugat Balik Rp3,78 Triliun di Basara Hai
Hermas kembali mempertanyakan mengapa lembaga adat harus tertahan di portal.
“Kami jangan diperlakukan seperti anak-anak pak. Kami dari lembaga adat. Ini kami gak bisa masuk. Apa SOP-nya seperti itu?” katanya.
Menurut Ardiles, prosedur tersebut berkaitan dengan keamanan dan dirinya hanya dapat menerima pesan untuk disampaikan kepada pimpinan.
Namun, Hermas tetap meminta agar rombongan diperlakukan sebagai tamu dan dipersilakan masuk.
“Kami mau ketemu sama hantu apa kek, tapi hargai kami masuk ke dalam. Supaya apa yang kami sampaikan ini jelas. Tidak dengan mereka-mereka ini,” katanya sambil menunjuk petugas keamanan.
Ia menilai perlakuan tersebut membuat lembaga adat merasa tidak dihargai.
“Kita seperti anak kecil loh pak, dilecehkan begini. Masa kami berdiri gini,” keluhnya.
Saat rombongan mulai diarahkan menuju bangunan kantor, Hermas kembali menegaskan kapasitas mereka sebagai lembaga adat.
“Kami dari provinsi pak, kapasitas kami. Kok seperti itu begitu loh?” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa aktivitas perusahaan berada di wilayah masyarakat adat.
“Ini semua orang adat loh pak. Kami ini kayak orang asing di negeri sendiri pak. Ini tempat kami loh pak. Wilayah kami. Kewajiban perusahaan itu menghormati adat-istiadat yang ada di sini,” tegas Hermas.
“Jangan gitulah dengan lembaga adat. Kecewa kami pak. Terus terang. Ini kami tua-tua semua pak,” tambahnya.
Surat Dibalas WhatsApp, Majelis Datang Langsung














Discussion about this post