“Jadi kegiatan ini sangat legal dan terbukti mampu menjadi model seleksi yang profesional, efisien, efektif, transparan, dan akuntabel, karena sistem penilaian hasil ujian berdasarkan komputer (computer-assisted test) dan disupervisi oleh KPK,” katanya.
Lebih lanjut, Ketua BKS-PTN Barat, Prof Marwan, menambahkan kegiatan pada tahun ini mengalami peningkatan perguruan tinggi yang berpartisipasi. Pada tahun lalu ada 25 PTN yang bergabung, dan pada tahun ini menjadi 28 PTN dan ini artinya kegiatan seleksi ini semakin dipercaya oleh kampus-kampus ternama di wilayah barat.
“Pada tahun ini kita menyediakan kuota 993 prodi dari 28 PTN dengan jumlah 17.909 kursi calon mahasiswa,” tuturnya.
Pihaknya juga mengharapkan masukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Irjen Kemendikti Saintek dalam meningkatkan mutu SMMPTN-Barat dapat semakin kredibel dan profesional pada model seleksinya.
Dalam sambutannya, Irjen Kemendikti Saintek Dr. Chatarina M. Girsang mengatakan semakin banyak PTN yang tergabung pada SMMPTN-Barat 2025 menunjukkan penyelenggaraannya yang semakin objektif dengan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK), dan semakin baik dalam menjaga integritas dan akuntabilitas pada seluruh tahapan seleksi.
Baca Juga : UPR Laksanakan Pelatihan Calon Pengawas UTBK SNBT 2025
Menurutnya, pada pelaksanaan seleksi mandiri, isu transparansi masih menjadi masalah. “Namun, SMMPTN-Barat semakin bisa menunjukkan peran transparansi sebagai kunci proses seleksinya,” imbuhnya.
Terkait mekanisme pendaftaran, menurut Ketua Pokja SMMPTN-Barat, Prof. Suhendrayatna dilakukan secara online. Para peserta yang bisa mendaftar pada SMMPTN-Barat 2025 adalah siswa lulusan angkatan 2023, 2024, dan 2025, kecuali beberapa PTN yang masih memberlakukan lulusan 5 tahun dan 10 tahun terakhir.
“Untuk biaya pendaftaran masih tetap Rp 375 ribu”, beber Suhendrayatna yang juga ketua Lembaga Penjaminan Mutu Universitas Syiah Kuala ini.














Discussion about this post