Kaltengtoday.com, Tamiang Layang – Selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, jam kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) pun disesuaikan, dalam upaya menjaga efektivitas pelayanan public, sekaligus memberi ruang bagi ASN untuk menjalankan ibadah puasa dengan lebih optimal.
Adapun Pemerintah Kabupaten Barito Timur, memutuskan bahwa jam masuk kerja dimajukan lebih pagi dibanding hari biasa, sementara jam pulang disesuaikan agar durasi kerja tetap memenuhi ketentuan yang berlaku. Selain itu juga ditekankan bahwa perubahan jadwal tidak boleh mengurangi kualitas layanan kepada masyarakat.
Baca Juga : Pemprov Kalteng Atur Ulang Jam Kerja ASN, Berlaku untuk 5 dan 6 Hari Kerja
Menurut Bupati Bartim Drs M Yamin MBA, Pemkab Bartim sangat memahami kondisi fisik mereka yang berpuasa, namun demikian etos kerja tetap tidak boleh melemah. “Kita ingin pelaksanaan ibadah berjalan khusyuk, tetapi pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas,” ujar Yamin, seraya mengatakan bahwa kebijakan ini diberlakukan sejak awal Ramadan dan akan dievaluasi secara berkala sesuai kebutuhan serta kondisi pelaksanaan di lapangan.
Sementara, dari pihak Kementerian Agama Kabupaten Barito Timur lewat web resminya, mengunggah bahwa Pemerintah RI melalui Kementerian Agama, menetapkan 1 Ramadan 1447 H atau awal puasa Ramadan 2026, jatuh pada Kamis Pahing,19 Februari 2026 Masehi.
Keputusan itu adalah berdasarkan hasil Sidang Isbat penetapan 1 Ramadan 1447 Hijriah yang dipimpin Menteri Agama Nasaruddin Umar di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat,Selasa (17/2/2026) malam. Berdasar kriteria MABIMS (3-6-4) pada tanggal 29 Sya`ban 1447 H/17 Februari 2026 M posisi hilal di wilayah NKRI tidak ada yang memenuhi kriteria tinggi hilal minimum 3 derajat, dan elongasi 6,4 derajat, sehingga tanggal 1 Ramadhan 1447 H secara hisab jatuh bertepatan dengan hari Kamis Pahing, tanggal 19 Februari 2026 M.
Baca Juga : Hari Desa Nasional 2026, Wagub Kalteng Tekankan Peran ASN Bangun Desa
Adapun rangkaian Sidang Isbat itu digelar secara hybrid, atau gabungan antara daring(online) dan luring (offline), melibatkan Tim Hisab dan Rukyat Kementerian Agama, perwakilan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), serta dihadiri para duta besar negara sahabat, perwakilan ormas Islam, pimpinan MUI hingga Komisi VIII DPR RI dan Mahkamah Agung. [Red]














Discussion about this post