Kaltengtoday.com, Palangka Raya – Anggota DPRD Kalteng, Toga Hamonangan Nadeak setelah melakukan reses di wilayah Kabupaten Seruyan menyoroti Ruas jalan provinsi penghubung Amin Jaya-Rantau Pulut yang rusak parah.
Ia menilai pemerintah provinsi alpa terhadap infrastruktur dasar di daerah pedalaman seperti yang terjadi di wilayah tersebut, sehingga kerusakan yang dirasakan masyarakat sejak 2016 tersebut hingga kini tak kunjung diperhatikan.
Baca Juga : Reses Dapil V: Jalan Rusak dan Listrik Jadi Keluhan Utama Warga Hulu
“Tidak ada yang namanya perhatian dari pemerintah provinsi sampai detik ini,” kata Toga kepada awak media, Kamis (13/11/2025).
Ia membeberkan, untuk memperbaiki jalan yang rusak tersebut, masyarakat setempat melakukan urunan bersama, sehingga menciptakan kenyamanan untuk bersama.
“Jadi mereka (masyarakat) untuk memperbaiki jalan itu urunan, siapa yang punya mobil Rp500 ribu, yang punya truk Rp1 juta seperti itu,” ungkapnya.
Politisi Milenial ini menyebutkan, perbaikan yang dilakukan pemerintah hanya sebatas pengaspalan di titik kecil yang datar, sekitar satu setengah kilometer, dan hal tersebut dirasakan belum begitu optimal serta butuh penambahan.
“Yang ada ini pengaspalan cuman satu setengah kilo. Itu pun cuman di depan jalan yang memang datar. Jadi banyaklah memang persoalan di sana yang seharusnya pemerintah harus hadir,” terangnya.
Menyimak persoalan infrastruktur jalan ini, pihaknya sekaligus mempertanyakan klaim Pemprov Kalteng yang menyebut 87,33 persen jalan provinsi dalam kondisi mantap.
“Dengan data yang ada 87,33 persen ini jalan yang mantap yang dilalui yang mana? Apakah hasil urunan masyarakat itu jalan yang mantap 87,33 persen?,” tanyanya.
Ruas jalan itu menurutnya dan sesuai aspirasi masyarakat setempat sangat vital bagi masyarakat, karena bisa menjadi jalur yang tembus menuju Kalimantan Barat.
Akan tetapi, perbaikan jalan tersebut tidak masuk dalam rencana anggaran tahun 2026, sehingga pihaknya sangat menyayangkannya.
“Jadi memang dilematis sekali kita lihat masyarakat khususnya Seruyan Tengah dan Seruyan Hulu. Pemerintah harusnya hadir untuk masyarakat di sana,” tuturnya.
Ia turut menambahkan, warga kini harus bergotong royong memperbaiki jalan menggunakan dana pribadi dan alat berat pinjaman dari perusahaan sekitar.
Baca Juga : Komisi IV DPRD Kotim Siap Kawal Aspirasi Infrastruktur: Jalan Rusak di Desa Harus Jadi Prioritas APBD
“Bisa ditanyakan masyarakat di desa yang ada di Seruyan Tengah dan Seruyan Hulu bagaimana sakitnya mereka melewati jalan itu,” kata dia.
Pihaknya berharap Pemprov Kalteng melalui dinas terkait tidak menutup mata terhadap penderitaan warga, dan secara ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan lainnya di kawasan tersebut juga tidak terisolasi, akibat infrastruktur jalan yang tidak layak.
“Bagaimana ke depannya ini masyarakat menikmati hadirnya pemprov melalui infrastruktur yang ada,” tukasnya.[Red]














Discussion about this post