Kalteng Today – Palangka Raya, – Dari data BI Kalteng hingga saat ini ada sekitar 30 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) binaan BI Kalteng yang juga terdampak akibat Covid-19.
“Hanya 1 UMKMÂ yang mengalami peningkatan, 2 UMKM tak terpengaruh dan sisanya turun,”kata Yudo Herlambang, Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi BI Kalteng kepada Kaltengtoday beberapa waktu lalu.
Dikatakan Yudo saat ini yang masih bertahan dan eksis disaat Pandemic adalah UMKM yang bergerak di bidang produksi kesehatan, penjual madu dan juga minuman tradisional lainnya.
“Sedangkan UMKM yang terdampak lainnya mereka mengalihkan usahanya dibidang pembuatan masker,”katanya.

Dijelaskan Yudo untuk menjaga agar UMKM ini masih bisa bertahan ditengah gempuran Pandemic Covid-19, BI Kalteng melakukan 2 skema untuk menciptakan permintaan.
Skema pertama yaitu dengan membeli produk UMKM makanan dan kerajinan untuk kemudian diberikan ke stakeholder dan responden BI.
Skema kedua yakni membeli sembako dari UMKM sekitar rumah penerima beasiswa BIÂ dan diberikan kepada masyarakat miskin salah satunya ojek online, jelasnya.
Baca Juga:Â BI Kalteng : Saat Pandemi Covid-19, Masyarakat Sebaiknya Gunakan Transaksi Pembayaran Non Tunai
“Kita juga memberdayakan GenBI Kalteng untuk berpatisipasi dengan aksi sosial bagi warga untuk berdonasi melalui QRIS IPEBI yang nanti hasilnya disalurkan kepada warga terdampak,”pungkas Yudo Herlambang. [Red]














Discussion about this post