Kalteng Today – Kapuas, – Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang, Kalsel, memberikan pelatihan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), tematik berbasis korporasi dakam rangka mendukung program Food Estate a di Aula Desa Terusan Karya, Kabupaten Kapuas, Kamis(8/10/2020).
Kegiatan yang di ikuti 30 orang perwakilan dari lima desa diantaranya Desa Terusan Karya terdiri dari ketua dan sekertaris dari kelompok tani yang berada di Kecamatan Bataguh.
Pelatih yang memberikan pelatihan dari Septiana dari widayaiswak BBPP Binuang Kalimantan Selatan dan Binda Karishkirana dari widyaiswak Ciami bogor dimana kegiatan ini berlangsung dari tanggal 6 -8 Oktober 2020.
Menurut Septiana, pelatihan tematik berbasis korperasi bertemakan pengelolaan organisasi kelompok tani, karena pelatihan ini sangat penting sebagai dasar dimana pemerintah sedang gencar membangun korporasi.
“Maka perlu di bangun Sumber Daya Manusia(SDM),nya dulu dari petani sebagai pungga program food estate,”ucap Septiana.
Ia mengatakan,Kalau berbicara food estate tentu penggerak utama adalah kelompok petani dari sini lah yang harus diperkuat pondasi awal adalah Gapoktan karena mereka merupakan garda terdepan.
Makanya pelatihan ini lebih diprioritaskan pembukuan secara administrasi yang baik.
“Memang para petani secara praktek dilapangan baik untuk masalah pertanian hebat, tetapi masih lemah pada sistim administrasi pembukuan dan arsip berbasis aplikasi,”terangnya.
Maka itu lanjut Dia,kalau dilihat wajah para petani bukan petani melenial dan sistim jaringan internet menjadi kendala, paling tidak pelatihan secara manual diberikan sebagai dasar.
“Mudah mudahan infrastruk jaringn internet dan aplikasi sudah terbangun dengan baik semuanya akan mengarah ke Ilmu pengethuan dan teknologi bisa digunakan untuk kedepannya,”imbuhnya.
Baca Juga :Â Pemkab Pulang Pisau Siapkan Rp. 8,4 Milyar Program Pemulihan Ekonomi, Ini Kegiatannya
Ia berharap, para peserta mau mengerjakan apa yang sudah disering ilmu terkait sisitim pembukuaan yang baik dan benar.
Sebab secara teknis parapetani disini sudah maju. Namun secara pembukuaan masih lemah bahkan kedodoran bahkan secara administrasi pun tidak ada.
“Ini yang mau kami bangun, karena dibilang gapoktan antara ada dan tiada. Dibilang ada ketika ada bantuan kalau tidak ada redup Dari data ini kita akan tahu perkembangan petani setapmtahunnya,”pungkasnya. [Djim-KT]














Discussion about this post