Kaltengtoday.com, Tamiang Layang — Meskipun secara kuantitas jumlah siswa di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Fitrah Tamiang Layang, Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur, sudah ada signifikansi menggembirakan, namun pihak sekolah mengakui, masih mempunyai kendala dengan beberapa hal. Terutama menyangkut dengan para tenaga pengajarnya.
Baca Juga : Sarpras Pemadam Api Butuh Pengecekan
Hal tersebut diakui pula oleh Kepala MI Al Fitrah Tamiang Layang, H Supardi, saat ditemui wartawan tadi (Senin, 14/7/2025). Dirinya memaparkan, bahwa honor para pengajarnya masih di bawah upah minimum kabupaten (UMK). Oleh sebab itu, dia mengharapkan adanya dukungan lebih lanjut dari pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait.
“Dukungan serta uluran tangan para stakeholder terkait sangat kami harapkan dalam hal ini. Dan kami juga masih kekurangan ruang kelas. Karena sekarang, kami masih hanya mempunyai empat ruang kelas. Alhamdulillah, kalau untuk jumlah siswa, tiap tahun ada peningkatan. Tahun ini saja, jumlah siswa baru mencapai 85 anak,” urainya.
Baca Juga : DPRD Seruyan Apresiasi Bantuan Sarpras Perikanan untuk Pembudidaya Ikan
H Supardi juga menambahkan bahwa menjelang persiapan menyambut siswa baru, pihaknya sudah melakukan persiapan jauh-jauh hari sebelumnya. Dan dia mengaku tetap optimis, bahwa meski dengan keterbatasan yang ada, MI Al Fitrah bisa tetap memberikan pendidikan berkualitas bagi generasi muda Kabupaten Barito Timur.
MI Al Fitrah sendiri terbilang sekolahan baru di Kabupaten Barito Timur (Bartim) yang dirintis dan dibangun oleh Yayasan Al Fitrah, dengan sokongan dana secara swadaya serta donasi umat. Keberadaannya menjadi alternatif, bagi anak-anak yang ingin bersekolah dengan dimensi pendidikan Islami dan berada di pemukiman sekitarnya.
Posisinya yang berada di dalam kota dengan jangkauan mudah, serta aman dari lalu Lalang kendaraan besar, menjadi salah satu daya tarik peminat didik baru. [Red]














Discussion about this post