Kaltengtoday.com, Seruyan – Di tengah panasnya tuntutan masyarakat empat desa di depan portal perkebunan PT Binasawit Abadipratama atau PT BAP, Kamis, 10 September 2026, ada sebuah pemandangan yang barangkali lebih fasih berbicara daripada spanduk dan pengeras suara.
Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda berdiri di tengah masyarakat diampingnya, Kapolres Seruyan AKBP Beddy Suwendi. Dan tepat di belakang mereka, bak-bak truk berisi jangkos atau limbah tandan kosong kelapa sawit menjadi semacam “pemandangan penyambut” di tengah aksi.
Seolah-olah, di tempat itu, warga tidak hanya sedang berhadapan dengan portal. Tetapi juga dengan limbah.
Baca Juga : Jelang Eksekusi Putusan Adat, Batamad Sita 10 Ton Sawit di Lahan Sengketa PT BAP
Masyarakat dari empat desa tumpah ruah di KM 98 Jalan Jenderal Sudirman. Mereka datang membawa tuntutan realisasi plasma 20%, menyampaikan keresahan, dan bertahan di depan akses keluar masuk jalan usaha perkebunan PT BAP.
Portal menjadi garis batas, sementara jangkos berada di belakang orang-orang yang sedang membicarakan batas, tuntutan, dan kepastian.
Ironinya, pemandangan itu muncul ketika masyarakat sedang meminta pemerintah hadir untuk mendengar suara mereka, dan pemerintah memang hadir, Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda berdiri di tengah warga Kapolres AKBP Beddy Suwendi juga berada di sana.














Discussion about this post