“Untuk diketahui ritual Tiwah Massal Kalteng ini sudah masuk “Calendar of Event” Kemenpar, sehingga kegiatan ini akan rutin digelar setiap tahun,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Tengah, Guntur Talajan di Palangka Raya.
kaltengtoday.com – Ritual Tiwah massal atau upacara penyucian dan mengantarkan roh leluhur ke alam surga bagi umat Hindu Kaharingan yang digelar masyarakat Dayak ini masuk “Calendar of Event”(CoE) Kementerian Pariwisata (Kemenpar).
“Untuk diketahui ritual Tiwah Massal Kalteng ini sudah masuk “Calendar of Event” Kemenpar, sehingga kegiatan ini akan rutin digelar setiap tahun,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Tengah, Guntur Talajan di Palangka Raya, Senin (18/11) seperti dilansir Antara.
Guntur yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial Kalteng itu mengatakan, saat ini acara Tiwah Massal tengah dilaksanakan di Desa Sigi, Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah.
“Tiwah Massal kedua di tahun ini yang digelar di Desa Sigi ini diikuti oleh 14 kepala keluarga. Masyarakat maupun para wisatawan bisa melihat langsung berjalannya ritual,” katanya.
Pada acara tersebut, berbagai jenis hewan seperti dari hadangan (kerbau), sapi, bawui (babi) dan ayam akan dikorbankan sebagai salah satu persyaratan pelaksanaan ritual Tiwah.
Proses pengorbanan dan pemanfaatan hewan untuk persyaratan ritual ini tidak dilaksanakan sekaligus melainkan dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan.
Pada upacara Tiwah atau penyucian ini, makam almarhum dibongkar kembali untuk dilakukan pembersihan pada sisa tulang-belulang jenazah. Tulang-belulang akan dibersihkan yang selanjutnya diletakkan pada sandung atau rumah kecil.
Bagi umat Hindu Kaharingan, rumah inilah yang menjadi tempat peristirahatan terakhir keluarga yang telah meninggal dunia.
Dhann-KT














Discussion about this post