Kaltengtoday.com, Palangka Raya – Wali Kota Palangka Raya, Fairid Nafarin meresmikan gelaran Pasar Ramadan yang bertempat di Pasar Datah Manuah, Jalan Yos Sudarso, Kamis (19/2/2026).
Baca Juga :Â Â Layanan Pajak di Pasar Wadai Ramadan, Solusi Praktis untuk Masyarakat
“Pasar Wadai Ramadan ini merupakan wujud dukungan Pemko Palangka Raya kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus sebagai wahana untuk memperkuat ekonomi lokal di bulan yang penuh berkah ini,” kata Fairid.
Momentum Ramadan dijelaskannya, adalah saat yang tepat untuk memakmurkan masjid dan memperkuat ukhuwah sosial, serta mendorong aktivitas ekonomi yang produktif dan beretika.
“Kota Palangka Raya, sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), terus menunjukkan dinamika ekonomi yang positif,” tuturnya.
Baca Juga :Â Pasar Wadai Ramadan Berpotensi Tingkatkan Ekonomi Lokal dan Kerukunan Sosial
Ia menerangkan, berdasarkan data resmi BPS, dalam beberapa bulan terakhir laju inflasi tahunan di Palangkaraya berada di kisaran 3,31 persen pada Desember 2025, tertinggi di provinsi ini namun masih dalam koridor terkendali.
“Ini menunjukkan dinamika harga antisipasi bersama agar masyarakat tetap nyaman menjalani ibadah puasa dan menyambut Idul Fitri,” ucapnya.
Selain itu, secara pertumbuhan ekonomi, ia membeberkan, Palangka Raya juga menunjukkan tren positif. Terlebih, dalam data tahun 2025, ekonomi Palangka Raya tumbuh mencapai 6,62 persen, bahkan menjadi salah satu yang tertinggi di Indonesia.
“Ini merupakan hasil kerja keras pemerintah daerah bersama seluruh komponen masyarakat dalam menjaga stabilitas ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat,” jelasnya.
Sebagai kota berjuluk Kota Cantik, Palangka Raya ditekankannya, tidak hanya ingin tumbuh secara ekonomi, tetapi juga ingin tumbuh sebagai komunitas yang kuat secara kebutuhan pokok yang harus spiritual.
“Salah satu cara memakmurkan masjid adalah dengan menjadikan setiap aktivitas kita, termasuk perdagangan, sebagai bagian dari ibadah. Pedagang yang jujur, pembeli yang adil, dan pengelolaan pasar yang tertib adalah bentuk nyata memakmurkan rumah-rumah ibadah dan menciptakan suasana Ramadan yang penuh keberkahan,” terangnya.
Pasar Wadai Ramadan ini diharapkan dapat menjadi pusat ekonomi kreatif yang tidak hanya menyediakan kuliner tradisional yang lezat dan berkualitas, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi antar warga dan tempat memperkuat nilai-nilai gotong royong serta kebersamaan.
Baca Juga :Â Pasar Wadai Ramadan di Halaman Kantor Bupati untuk Dorong Perekonomian Lokal
Ia mengajak seluruh pedagang dan pengunjung untuk menjaga kebersihan, keamanan, dan kenyamanan pasar ini, serta senantiasa mengedepankan etika bisnis yang baik.
“Marilah kita manfaatkan pasar ini sebagai peluang untuk berbagi keberkahan, termasuk dengan menyisihkan sebagian rezeki untuk kegiatan sosial dan kemakmuran masjid di lingkungan sekitar kita,” tutupnya. [Red]














Discussion about this post