Kaltengtoday.com, Sampit – Anggota DPRD Kotim dari Daerah Pemilihan V, Seto Hadi, menyampaikan hasil reses di tiga kecamatan—Bukit Santuai, Antang Kalang, dan Tualan Hulu—yang didominasi keluhan soal infrastruktur dasar, terutama jalan rusak dan keterbatasan listrik.
Menurut Seto, banyak warga mengeluhkan akses jalan yang belum diaspal dan sulit dilalui saat musim hujan. “Ini bukan hanya soal kenyamanan, tapi soal akses pendidikan, kesehatan, dan distribusi hasil pertanian,” ujarnya, (29/10/2025).
Selain itu, beberapa desa masih mengalami keterbatasan pasokan listrik, terutama di malam hari. Hal ini berdampak pada aktivitas ekonomi dan pendidikan anak-anak. DPRD menilai perlu ada intervensi serius dari pemerintah daerah dan PLN.
Baca Juga : DPRD Kotim dan TAPD Sepakati RAPBD 2026 Sebesar Rp1,9 Triliun
Seto juga mencatat bahwa beberapa fasilitas pendidikan dan kesehatan di wilayah tersebut belum memiliki tenaga profesional yang memadai. “Pembangunan fisik harus diiringi dengan pemenuhan SDM,” tambahnya.
Sebagai tindak lanjut, DPRD akan mengusulkan alokasi anggaran khusus untuk wilayah terisolasi dalam RAPBD 2026. “Kita tidak ingin ada ketimpangan pembangunan antarwilayah. Semua warga berhak atas pelayanan yang setara,” tegasnya. [Red]














Discussion about this post