Kalteng Today – Palangka Raya, – Rektor Universitas Palangka Raya (UPR), Andrie Elia Embang mengungkapkan bisnis media kini merasakan dampak dari pandemi Virus Korona dan sudah saatnya melakukan adaptasi agar tidak mengalami kemunduran.
“Tidak mungkin bisnis pers bisa bergerak sendiri, tanpa dia bermitra dengan pemerintah atau stakeholder lainnya. Ini penting jadi catatan, dan oleh karena itu kita harus dorong pemerintah daerah untuk memasukan subsidi ini di APBD daerah, APBD dan lain sebagainya,” katanya saat menjadi narasumber dalam sebuah diskusi yang bertajuk Masa Depan Bisnis Media yang digagas oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Sabtu (11/7).
Dirinya mengungkapkan bahwa pemberlakukan penarikan tarif pajak terhadap perusahaan media, untuk saat ini juga perlu dipertimbangkan, mengingat pandemi Covid – 19 ini di perkirakan akan berdampak hingga satu sampai dua tahun kedepan.
“Insan pers inikan memberikan pendidikan bagi masyarakat, coba bayangkan ketika banyak informasi tidak diketahui oleh masyarakat, baik yang regional maupun nasional. Bisa saja melumpuhkan perkembangan ekonomi,” ujarnya.

Andrie juga menerangkan, kondisi saat juga mengakibatkan banyak bisnis yang terpuruk, dan saat ini masyarakat banyak yang tidak mengetahui informasi tersebut, maka dari itu fungsi media harus lebih ditingkatkan.
Lebih dari itu pemerintah harus memperhatikan hal ini, agar setiap perusahaan media dapat terus menjadi kontrol ditengah masyarakat.
“Dulu masyarakat kita bisa saja nongkrong di cafe, tapi saat ini tidak. Maka dari itu setiap kita saat ini memang harus menerapkan New Normal, atau tatanan hidup baru, dengan segala adaptasi dengan inovasi baru,” tuturnya.
Baca Juga:Â New Normal, Ini Cara Tetap Have Fun Bareng Teman-Teman
Lebih lanjut, dirinya juga mengingatkan agar insan pers tidak terlambat melakukan inovasi – inovasi, sehingga perusahaan yang kini mampu memberikan lapangan pekerjaan bagi banyak kalangan.
“Intinya, bisnis yang terpuruk harus segera mencari cara agar lebih mampu untuk survive, jadi jangan bertahan dengan keterpurukan dan menanti kondisi normal, karena itu tidak akan kembali lagi,” tukasnya. [Red]














Discussion about this post