“Kunjungan tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan jembatan bagi UPR untuk membawa kearifan lokal Kalimantan, khususnya ekosistem gambut, ke panggung sains global melalui kemitraan strategis dengan institusi ternama seperti Tokyo NODAI,” kata Prof. Salampak kepada awak media, Jumat (10/4/2026).
Baca Juga : Sekretaris Daerah Prov. Kalteng Nuryakin : Diperlukan Langkah-Langkah Tepat Untuk Pemulihan Ekosistem Gambut
Dengan kemitraan ini, UPR optimis dapat melahirkan inovasi-inovasi baru yang bermanfaat bagi masyarakat luas serta memperkuat posisi Indonesia dalam diskursus lingkungan internasional.
Untuk diketahui, kunjungan Rektor UPR tersebut yang didampingi oleh Dekan FEB (Sunaryo Neneng), Direktur PPIIG UPR (Hendrik Segah) dan Koordinator Legal UPR (Kiki Kristianto), mengikuti serangkaian agenda intensif yang menitikberatkan pada pengembangan inovasi akademik dan riset kolaboratif. [Red]














Discussion about this post