kaltengtoday.com – Wakil Ketua DPRD Murung Raya (Mura), Rahmanto Muhidin mendorong agar tenaga honorer ataupun tenaga PNS khususnya pendidikan dan kesehatan yang direkrut hendaknya disesuaikan dengan domisili.
“Kembalikan lagi mereka yang lulusan guru dan medis itu ke desa masing-masing untuk mengabdi. Saya yakin jika itu dilakukan akan lebih efektif,” kata Rahmanto, Jumat (24/1/2020)
Dia mengatakan, jika putera daerah yang memiliki kemauan kuat, pemerintah kabupaten harus bisa menfasilitasi untuk kuliah hingga lulus. Namun, dengan syarat harus bersedia dikembalikan ke daerah asalnya terlebih itu di pedalaman.
“Manakala mereka berhenti di tengah jalan saat masa kuliahnya, maka mereka wajib mengembalikan uang daerah,” ujar Rahmanto.
Hal tersebut bisa diprogramkan setiap satu anak per desa. Dengan tujuan, persoalan klasik kekurangan tenaga medis dan guru di pedalaman bisa diminimalisir dari waktu ke waktu.
Dia menambahkan, pemerintah kabupaten akan sulit menjadikan penduduknya memiliki tarap pendidikan yang bagus ketika instrument pendidik ini tidak diperhatikan
Begitu juga untuk sektor kesehatan. Meski ada pustu kalau tidak ada pegawainya tentu masyarakat tidak bisa mendapatkan pelayanan.
Salah satu solusi yakni membuka tenaga kontrak untuk daerah itu. Namun diharap semaunya bisa di rancang secara proporsipnal. Terlebih melihat dari kemampuan APBD Mura.
Terkait dengan adanya wacana penghapusan tenaga honorer, jangan lantas membuat pemerintah kabupaten ini terpengaruh. Selama kebijakan itu belum dituangkan dalam edaran dan instruksi yang harus dilaksanakan, maka rekrutmen ataupun optimalisasi tenaga honorer harus berjalan. (RIANSYAH)














Discussion about this post