Museum Kayu Sampit
View this post on Instagram
Bergeser dari Pontianak, museum selanjutnya berada dekat dengan destinasi wisata TN Tanjung Puting yang sama-sama berada di Kotawaringin Timur tepatnya Kota Sampit di Jalan S. Parman No. 1, yaitu Museum Kayu Sampit.
Museum yang didirikan pada tahun 2003 silam dan pertama kali diresmikan di tahun 2004 ini dinamakan museum kayu karena kota Sampit pernah berjaya di bagian perkayuan.
Pengunjung yang datang ke tempat ini akan disuguhkan barang bersejarah berupa berbagai macam kayu, alat pengolahan kayu, alat komunikasi, alat dapur, alat penangkap ikan, dan alat transportasi.
Baca juga :Â 5 Destinasi Wisata di Palangkaraya yang Menarik dan Perlu Kalian Coba Sekarang Juga
Selain itu, koleksi kayu yang ada di Museum Kayu Sampit diketahui terdiri dari kayu ramin, dowel, meranti kuning, alau, kemfa, ulin, benuas, samping, lanan, bangas, sungkui, pantung dan pilam. Kayu-kayu tersebut sebagian ditampilkan dalam bentuk furnitur, sedangkan sebagiannya lagi dipamerkan dalam bentuk sampel berupa potongan.
Museum ini buka setiap hari Senin-Jumat mulai pukul 08.00 – 14.00, pukul 08.00 – 13.00 di hari Sabtu, dan tutup di hari Minggu serta hari libur nasional. Soal tiket masuk, tidak ada harga yang dipatok untuk wisatawan namun menerima pembayaran secara sukarela.
Istana Kuning

Memiliki konsep yang berbeda dengan museum, Istana Kuning merupakan bangunan Istana Kerajaan pada masa Kesultanan Kutaringin. Mengenai lokasinya sendiri, bangunan ini berada di tengah Kota Pangkalanbun dan bersebelahan dengan lapangan tugu.
Istana Kuning terdiri dari empat bangunan yaitu: Bangsal (tempat penerimaan tamu kerajaan), Rumbang (tempat raja bersemedi), Dalem Kuning (pusat pemerintahan, dan tempat tinggal raja), serta Pedahiran (ruang makan kerajaan).
Baca juga :Â Bosan? Coba Hangout Seru di Wisata Sampit
Pada tahun 1986 istana yang terkenal dengan pintu kerajaan berwarna kuning itu di bakar oleh seorang wanita gila bernama Draya dan tidak meninggalkan satu barang pun. Hingga saat ini, replika istana yang telah selesai di bangun kembali pada tahun 2000 tersebut menjadi salah satu peninggalan bersejarah Kerajaan Kutaringin di Kalimantan Tengah sebagai bukti berdirinya sebuah Kerajaan Islam dan satu-satunya kerajaan yang pernah berdiri di wilayah Kalimantan Tengah.
Baca juga :Â 3 Tempat Wisata Terbaru dan Terfavorit di Palangkaraya yang Wajib Dikunjungi
Objek wisata sejarah ini dapat dikunjungi setiap hari mulai pukul 09.30 – 16.00 dengan tarif masuk sebesar Rp3.000 untuk pelajar, Rp5.000 untuk wisatawan lokal, dan Rp10.000 untuk wisatawan mancanegara.[Red]














Discussion about this post