Kaltengtoday.com, Sampit – Harapan puluhan cabang olahraga (cabor) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) untuk mendapatkan kepastian anggaran kembali pupus. Rapat yang digelar antara Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kotim bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Rabu (8/4/2026), justru tak menghasilkan keputusan apa pun.
Alih-alih membawa kabar baik, pertemuan tersebut hanya berujung pada satu kesimpulan klasik menunggu keputusan Bupati.
Padahal di lapangan, para atlet dan cabor sudah berada di ujung kesabaran. Mereka membutuhkan kepastian, bukan sekadar janji yang terus berulang tanpa realisasi.
Ketua KONI Kotim, Alexius Esliter, menyampaikan bahwa pihaknya tetap melanjutkan proses pendaftaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Tengah ke-XIII. Hingga saat ini, sebanyak 24 cabor telah mendaftar dengan lebih dari 200 atlet.
Baca Juga : Pemda Jangan Takut Kelola Anggaran Hibah KONI, Atlet Jangan Jadi Korban
“Untuk pendaftaran kita sudah melaksanakannya, sudah masuk ke tahapan. Terakhir mungkin besok. Sampai hari ini sudah ada 24 cabor yang terdaftar dengan total atlet 200 lebih,” ujarnya.
Namun ironisnya, langkah tersebut dilakukan di tengah kondisi keuangan yang belum jelas. Dana hibah yang disebut sudah disetujui pemerintah daerah, hingga kini tak kunjung dicairkan.
“Untuk anggaran kami sampai saat ini memang belum siap. Tapi anggaran sudah disetujui, cuma belum dicairkan saja. Kami masih menunggu,” ungkap Alexius.
Pernyataan itu sekaligus menegaskan kegagalan rapat KONI dan Dispora hari ini. Tidak ada kejelasan angka, tidak ada kepastian waktu pencairan, bahkan tidak ada langkah konkret. Semua kembali digantung pada keputusan kepala daerah.
Sementara itu, di sisi lain, para atlet sudah lebih dulu bergerak tanpa sokongan anggaran. Mereka berlatih secara mandiri, bahkan harus mengeluarkan biaya pribadi demi menjaga kesiapan menghadapi Porprov.














Discussion about this post