Kalteng Today – Kapuas, – Puluhan warga dari Desa Sidorejo Kecamatan Tamban Catur mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Derah (DPRD) Kapuas untuk mepertanyakan pembangunan jembatan penghubung dua Desa Sidorejo dan Desa Banda Raya.
Kedatangan warga yang dipimpin oleh Sumirin selaku koordinator bersama warga ingin mempertanyakan rencana pembangunan jembatan tersebut.
“Kami ingin pertanyakan pembangunan jembatan tersebut,sebab itu sudah menjadi prioritas. Karena jembatan ini merupakan penghubung antar desa Sidorejo dan Bandar Raya,”ucap Sumirin di halaman kantor Dewan saat di wawancarai awak media, Senin(23/11/2020).
Samirin mengakui usulan pembangunan jembatan tersebut pada tahun 2019 yang sudah di usulkan untuk dibangun dintahun 2020, tetapi sampai saat ini belum ada realisasi pembangunannya. Bahkan warga sendiri dengan suka rela menebang tanaman pohon karet.
“Kita kesini untuk mempertanyakan anggota Dewan apa kah program itu dilanjutkan di 2021. Karena 2020 banyak anggaran yang dialihkan untuk percepatan penanganan Covid 19,”terangnya.
Sebab itu lanjut Dia, jembatan ini kondisinya sangat memprihatinkan sehingga menimbulkan permasalahan dengan warga Desa Bandarya. Makanya pembangunan jembatan ini sebagai solusi antar kedua desa tersebut.
“Persoalnya Jalan kami jadi rusak karena sering dilintasi warga Desa dari Bandaraya menggunakan truk dan jembatan penghubung yang terbuat dari kayu ulin lambat laun rusak, “terangnya.
Sedangkan ditempat yang sama Ketua Komisi III Rahmad Jainudin menyampaikan,setiap usulan masyarakat tetapi di akomodir oleh Dewan,kalu jembatan di Desa Sidorejo merupakan usulan tahun 2019 yang dikerjakan di tahun 2020 tidak terlaksana karena terjadi rekupusing anggaran.
“Kita tidak mencoret usulan warga apa lagi itu sudah menjadi prioritas,hanya saja,terjadi refocusing anggaran demi kemanusian bencana non alam berupa Covid 19,”terangnya.
Baca Juga:Â DPRD Barsel Targetkan Pembahasan KUA PPAS Selesai Hari ini
Legislator Partai pohon beringin itu menambahkan,selama pembahasa bersama mitra kerja baik,itu Dinas Perhubungan,Kominfo dan Dinas PUPR-PKP, tidak ada yang di coret.Kalau memang ada yang terlewatkan,nanti dikonformasi dengan pihak dinas terkait.
“Kita akan panggil Kepala Dinas PU untuk menyanyakan masalah ini melalui Rapat Dengar Pedapat(RDP),agar masaah tersebut clear dan clean, “pungkasnya. [Djim-KT]














Discussion about this post