“Kehadiran mahasiswa internasional dalam kegiatan KKN ini menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat bukan hanya menjadi ruang implementasi ilmu pengetahuan,” katanya, Selasa (21/7/2026).
Tetapi juga hal ini menurutnya menjadi sarana strategis untuk memperkuat kolaborasi, memperluas pertukaran pengetahuan, membangun jejaring akademik, serta mempererat persahabatan antarbangsa.
“KKN Internasional merupakan investasi strategis dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul, adaptif, berkarakter, dan memiliki daya saing global,” ujarnya.
Melalui program ini, Perguruan Tinggi hadir memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia, penguatan riset dan inovasi, serta pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari upaya menuju Indonesia Emas 2045.
Ia juga menekankan bahwa Perguruan Tinggi tidak boleh menjadi menara gading yang terpisah dari kehidupan masyarakat.
“Kampus harus hadir sebagai pusat ilmu pengetahuan yang mampu menghasilkan inovasi, memberikan solusi, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.
Semangat tersebut sejalan dengan paradigma Kampus Berdampak, di mana keberhasilan Perguruan Tinggi tidak hanya diukur berdasarkan capaian akademik, publikasi, atau reputasi institusi, tetapi juga dari sejauh mana keberadaan Perguruan Tinggi mampu memberikan perubahan positif dan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Kepada para mahasiswa peserta KKN Internasional, Prof. Salampak berpesan agar mereka hadir sebagai pembelajar yang rendah hati, mendengarkan aspirasi dan kebutuhan masyarakat sebelum menawarkan solusi, serta menjadikan pengalaman pengabdian ini sebagai proses pembentukan karakter kepemimpinan, empati, integritas, dan kepedulian sosial.
Baca Juga : Prof. Aminudin Aziz Tinjau KKN Literasi di Kalteng dan Resmikan Fasilitas Perpustakaan UPR
“Pelaksanaan KKN Internasional bukan sekadar kegiatan akademik, tetapi merupakan upaya menyiapkan generasi muda yang mampu belajar dari masyarakat, mengabdikan ilmu pengetahuan, membangun jejaring lintas budaya, serta membawa nama baik Perguruan Tinggi dan bangsa di tingkat global,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa, KKN Internasional juga merupakan bagian dari diplomasi akademik Indonesia. Mahasiswa dan dosen menjadi duta intelektual bangsa yang membawa nilai integritas, profesionalisme, penghormatan terhadap keberagaman, dan semangat gotong royong.
Dalam pelaksanaan KKN Internasional III, mahasiswa akan ditempatkan di Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Pangandaran yang memiliki beragam potensi unggulan, mulai dari budaya, pendidikan, pertanian, kelautan, pariwisata, hingga pemberdayaan masyarakat.
Kawasan tersebut menjadi laboratorium pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami kebutuhan masyarakat sekaligus menghadirkan inovasi yang relevan.
“Melalui kegiatan ini, BKS PTN Barat menunjukkan bahwa kolaborasi antar Perguruan Tinggi, pemerintah, masyarakat, dan mitra internasional merupakan kekuatan penting dalam membangun pendidikan tinggi yang unggul, inovatif, dan berdampak,” terangnya.
Baca Juga : Agustiar Sabran Turut Lepas 2.325 Mahasiswa Program KKN Asal Kampus UPR
KKN Internasional III PTN BKS Barat Tahun 2026 diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi menjadi gerakan bersama untuk memperkuat diplomasi akademik Indonesia, memperluas kontribusi Perguruan Tinggi.
“Kami ingin hal ini menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, dikarenakan Perguruan Tinggi yang besar bukan hanya dikenal karena reputasinya, tetapi dikenang karena manfaat yang diberikannya,” tutupnya.[Red]














Discussion about this post