Kaltengtoday.com, Palangka Raya – Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah (Pj Sekda Kalteng) Linae Victoria Aden menyampaikan capaian prevalensi stunting Kalteng mengalami penurunan dari 23,5 persen pada 2023 menjadi 22,1 persen pada 2024.
“Penurunan ini patut disyukuri, namun dengan target 18,8 persen pada 2026, diperlukan upaya yang lebih optimal,” katanya, Rabu (29/4/2026).
Baca Juga : Hadapi Tantangan Demografi, Kalteng Perkuat Program Pencegahan Stunting
Ia menegaskan, upaya percepatan penurunan stunting perlu didukung peningkatan kualitas data melalui monitoring dan evaluasi, dan pengukuran 31 indikator layanan.
“Evaluasi realisasi anggaran dan identifikasi kendala sebagai dasar perbaikan kebijakan,” ucapnya.
Selain itu, lanjutnya, sebagian besar Indikator Kinerja Utama (IKU) Program Bangga Kencana tahun 2025 telah mencapai kategori minimal ‘Baik’.
“Namun masih terdapat indikator yang perlu menjadi perhatian, yakni persentase kehamilan tidak diinginkan, yang juga berkaitan erat dengan upaya penurunan stunting,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Penggerakan dan Peran Serta Masyarakat Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Wahyuniati, yang hadir secara daring, menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045.
“Seluruh pihak diharapkan dapat menyusun strategi bersama untuk meningkatkan capaian program, sekaligus mengatasi berbagai tantangan yang masih dihadapi di lapangan,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan komitmen pemerintah pusat melalui program prioritas pembangunan keluarga yang terintegrasi dengan delapan program prioritas nasional, termasuk penguatan ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi keluarga, hingga percepatan penurunan stunting berbasis keluarga. [Red]














Discussion about this post