Sementara itu untuk diketahui, lesunya aktivitas ekonomi masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah akibat imbas pandemi COVID-19, otomatis berdampak terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) daerah setempat.
“Kami memperkirakan PAD kita tahun 2020 ini turun 27 sampai 30 persen. Dari Rp270 miliar target PAD, bahkan mungkin bisa hanya tercapai sekitar Rp170 miliar atau turun 36 persen. Mudah-mudahan saja.
kondisi ini tidak lama,” kata Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bappenda) Kotawaringin Timur Marjuki dikonfirmasi, kaltengtoday.com Minggu (19/7/2020) via suler.
Target PAD Kotawaringin Timur pada 2020 ini Rp270 miliar yang terdiri dari pajak daerah Rp75 miliar, retribusi daerah Rp20.288.751.825, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp13.391.483.475 dan lain-lain PAD yang sah Rp161.319.764.700.
Sedangkan untuk target PAD 2019 lalu sebesar Rp245.907.566.075 yang terdiri dari pajak daerah Rp73,5 miliar, retribusi daerah Rp16.367.494.800, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp8.391.483.475 dan lain-lain PAD yang sah Rp147.648.587.800.
Target PAD tahun 2020 naik Rp24.092.433.925 atau 9,80 persen dibanding target PAD 2019 lalu. Namun dengan kondisi saat ini, pencapaian target PAD 2020 dirasa cukup berat.
Baca Juga : Mendagri Minta Kepala Daerah Tangani Covid – 19 Secara Sitematis
Hasil pantauan Bappenda, sejumlah sektor usaha di Kotawaringin Timur yang cukup terdampak imbas pandemi COVID-19 ini diantaranya hotel, hiburan, restoran, parkir dan reklame.
Marjuki mengakui ini merupakan saat-saat yang sulit bagi pemerintah daerah. Meski PAD hanya berkontribusi sekitar 13 persen terhadap APBD, namun dampaknya akan sangat terasa, apalagi kucuran anggaran dari pusat juga turut dirasionalisasikan.
“Biasanya dalam sehari bisa sampai Rp400 juta, sekarang ini paling Rp4 juta. Kondisinya memang seperti ini. Mudah-mudahan saja wabah COVID-19 ini segera berakhir sehingga aktivitas masyarakat kembali normal,” Demikian Marjuki. [Red]














Discussion about this post