Kalteng Today – Sampit, – Meninggalnya Lovi Irawansyah, pemuda 25 tahun asal Kecamatan Parenggean nampaknya membuat masyarakat bertanya-tanya tentang motif korban yang nekat mengakhiri hidupnya dengan cara tidak wajar tersebut. Apalagi, usianya masih terbilang sangat muda sekali.
Kapolres Kotim AKBP Abdoel Harris Jakin melalui Kapolsek Parenggean Iptu Agung Gunawan Putra mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan oleh Suryaningtias Prabowo (dokter RS Pratama Parenggean) hasil Visum et Repertum (Pemeriksaan Luar) dari tubuh Korban yang diduga meninggal gantung diri bernama Lovi Irawansyah (25) Tidak ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan akibat benda tajam maupun tumpul. Jelasnya kepada Kaltengtoday, Rabu (2/12).
Kematian Korban diperkirakan antara 8 jam sampai 12 jam.
“Meninggalnya korban karena kehabisan napas akibat adanya ikatan pada leher. Untuk kematian pasti Korban belum diketahui karena perlu dilakukan Visum et Repertum / Pemeriksaan Dalam (Otopsi),”ungkapnya.
Baca Juga :Â Diduga Gantung Diri Pemuda Parenggean Meninggal Dunia
Dikatakan Kapolsek, pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan Otopsi dan Korban akan dikuburkan pada hari ini (Rabu tanggal 02 Desember 2020).
“Indikasi atau motif gantung diri yang terjadi pada Korban belum diketahui dan masih dalam penyelidikan dengan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi,”pungkasnya. [Red]














Discussion about this post