kaltengtoday.com, Kasongan – Ternak yang dinyatakan tertular Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) tidak membahayakan bagi masyarakat yang mengkonsumsinya. Hal itu dipertegaskan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Katingan Yossy melalui Kepala Bidang Peternakan drh Maurin Adventini
“Penyakit PMK merupakan penyakit yang menyerang dan menjangkiti ternak. Sebab, wabah ini marak terjadi dan memunculkan kekhawatiran masyarakat,” Jumat (29/7/2022).
Akibat wabah tersebut, segelintir masyarakat menjadi takut membeli daging sapi dan sebagainya karena khawatir akan dampak dari PMK yang mewabah.
Baca Juga : Â Pemeriksaan dan Penyekatan Lalu Lintas Hewan Ternak di Perbatasan Kalteng-Kalsel
Melihat kondisi yang terjadi di kalangan masyarakat, dinas terkait menyatakan jika ternak yang tertular dan positif PMK tidak sampai membahayakan bagi masyarakat. Alasannya, PMK tidak dapat menular kepada manusia.
” Namun, harus menghindari konsumsi pada bagian tertentu dan cara yang aman. Seperti menghindari konsumsi pada bagian kaki, lidah dan hidung hewan. Sehingga, perlu untuk diketahui publik secara luas, ” Jelasnya.
Menurutnya, hewan yang tertular PMK ini bisa disembuhkan dan diobati. Bahkan tingkat kesembuhan mencapai 90 persen.
” Tingkat kematian ternak juga kecil. Dengan catatan, cepat ditangani dan laporkan kepada pihak tenaga penyuluh dari instansi teknis, ” Jelasnya.
Baca Juga : Â Antisipasi PMK, Satlantas Razia Pick Up dan Truk
Di Katingan juga ditemukan 11 ekor ternak yang mengalami sakit dan berad di berada di Desa Tewang Rangkang Kecamatan Tewang Sangalang Garing. Namun, untuk penyakit tetap melalui pemeriksaan uji laboratorium. [Red]














Discussion about this post