Warga Sudah Menunggu di Portal
Masalahnya, masyarakat tidak sedang berdiri di ruang rapat berpendingin udara, mereka berada di depan portal perusahaan sebagian telah berjaga sejak malam ribuan lainnya datang sejak dini hari dan mereka menunggu bukan sekadar penjelasan mengenai regulasi melainkan mereka menunggu hasil.
Karena bagi warga, persoalan plasma 20 persen bukan lagi perkara yang baru dibicarakan kemarin sore. Ia sudah menjadi tuntutan yang berulang kali dibawa ke meja pertemuan.
Dan ketika meja perundingan kembali menghasilkan permintaan untuk menunggu, jalan akhirnya kembali menjadi tempat masyarakat menyampaikan tuntutan.
Bupati meminta waktu, masyarakat meminta kepastian, perusahaan menunggu kepastian hukum sementara regulasi, sekali lagi, masih harus diterjemahkan menjadi keputusan yang nyata namun sampai kapan?
Itulah pertanyaan yang terus berdiri dan menggantung di depan portal kilometer 85 dan untuk sementara, jawabannya masih sama yaitu (belum).
Warga Tak Mundur, Bupati Didorong Bawa Perjuangan ke Jakarta
Namun, usai Bupati Seruyan menyampaikan sambutan dan meminta masyarakat memberikan ruang kepada pemerintah daerah untuk memperjelas kedudukan hukum PT BAP, sikap warga justru menunjukkan warna yang berbeda.
Warga memang menyatakan dukungan terhadap langkah Bupati untuk membawa persoalan tersebut ke pemerintah pusat, tetapi dukungan itu datang bersama satu penegasan masyarakat tidak akan mundur dari tuntutan plasma 20 persen.
Perwakilan masyarakat Desa Selunuk Yuyut menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada realisasi yang mereka rasakan dari tuntutan plasma yang selama ini diperjuangkan.














Discussion about this post