Warga Tetap Bertahan
Kekecewaan serupa disampaikan perwakilan masyarakat Desa Rungau Raya, Yoga Prasetyo.
Ia mengatakan dialog memang berlangsung terbuka, tetapi belum menghasilkan titik temu antara masyarakat dan perusahaan.
“Pada prinsipnya kami sangat kecewa karena pertemuan hari ini tidak menghasilkan keputusan yang baik untuk masyarakat. PT BAP tetap pada pendiriannya dan masyarakat juga tetap pada tuntutannya,” katanya.
Karena itu, masyarakat menyatakan tetap berkomitmen melanjutkan aksi hingga ada keputusan yang dianggap memberikan kepastian mengenai tuntutan plasma.
Yoga menegaskan aksi akan tetap dilakukan dalam koridor hukum dan mengutamakan situasi kondusif.
“Pesan Pak Kapolres jelas, jaga keamanan dan ketertiban. Itu yang akan kami pegang. Kami tidak ingin ada kericuhan,” ujarnya.
Masyarakat berencana melakukan penjagaan di sejumlah akses yang digunakan untuk distribusi hasil perkebunan perusahaan.
Namun, Yoga memastikan aktivitas masyarakat umum dan pekerja tidak akan menjadi sasaran aksi.
Baca Juga : Mesin Perkebunan Terus Berputar, Jawaban Plasma Warga 4 Desa Masih Jalan Ditempat ?
“Kami hanya akan menahan akses pengangkutan CPO. Aktivitas masyarakat tidak akan kami ganggu karena mereka juga mencari nafkah,” katanya.
Angka 20 Persen dan Sebuah Kepastian
Hingga pertemuan berakhir, posisi kedua pihak tidak berubah, prusahaan tetap menawarkan skema Kemitraan Usaha Perkebunan, sementara masyarakat tetap menuntut plasma 20 persen dalam bentuk lahan.
Maka setelah pertemuan itu berakhir, masing-masing pihak pulang membawa keyakinannya sendiri, perusahaan membawa skema KUP, masyarakat membawa tuntutan 20 persen, pemerintah didesaj menentukan sikap tegas, dan warga kembali bersiap ke lapangan.
Pada akhirnya, persoalan ini bukan sekadar tentang angka 20 persen. Ini tentang bagaimana sebuah tuntutan yang telah lama disuarakan bisa terus berada di ruang yang sama, dibicarakan berkali-kali, diperdebatkan berulang-ulang, tetapi belum juga menemukan pintu keluar.
Meja sudah tersedia. Kursi sudah terisi dialog sudah berlangsung, yang masih dicari masyarakat adalah satu hal yang paling sederhana yaitu kepastian.














Discussion about this post