KONI hari ini bukanlah KONI yang sama dengan masa lalu. Kepengurusan berubah, situasi berubah tetapi bayang-bayang skandal lama masih menempel pada organisasi ini seperti stigma yang sulit dilepaskan.
Akibatnya, setiap langkah organisasi olahraga selalu dibaca dengan kecurigaan. Padahal yang sedang dipertaruhkan sekarang bukan sekadar reputasi lembaga.
Yang sedang dipertaruhkan adalah masa depan para atlet daerah
Baca Juga : Gubernur Cup 2025: Wujud Persatuan dan Semangat Olahraga Sehat
Jika polemik ini tidak segera menemukan jalan keluar, maka kemungkinan terburuk bukan hanya soal keterlambatan persiapan, bahkan bisa lebih dari itu, Kotawaringin Timur bisa saja datang ke Porprov dengan kontingen yang lebih kecil dari potensi yang sebenarnya dimiliki.
Bukan karena daerah ini kekurangan atlet, tetapi karena sistem tidak cukup cepat untuk mendukung mereka dan jika itu yang terjadi, maka yang sesungguhnya kalah bukan hanya organisasi olahraga yang kalah adalah generasi muda yang telah memilih jalan prestasi.
Karena pada akhirnya, atlet tidak pernah meminta banyak hal dari daerahnya, mereka hanya membutuhkan satu hal yang sederhana yaitu kepastian untuk bertanding. [Red]














Discussion about this post