Kalteng Today – Kuala Pembuang, – Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan terus memaksimalkan peran perusahaan perkebunan sawit yang beroperasi di wilayah kecamatannya untuk turut membantu warga desa di kecamatannya dalam mendukung kelancaran upaya antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Camat Seruyan Hilir Idham BW Kusumah mengatakan, pihaknya bersama sejumlah warga desa dan perusahaan terus meningkatkan koordinasi antar pihak dalam upaya mencegah terjadinya karhutla di wilayah kecamatannya.
“Perusahaan sawit yang beroperasi di wilayah Kecamatan Seruyan Hilir tiap tahun selalu ada menyalurkan bantuan peralatan pemadaman bagi desa-desa binaannya.,”ujarnya.
Dengan adanya bantuan peralatan pemadam api itu, maka warga desa dapat lebih maksimal melakukan penanganan jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran hutan atau lahan di sekitar lokasi pedesaan, kata Idham di Kuala Pembuang, Kamis (18/6/2020).
Idham melanjutkan, pihaknya juga sudah menginstruksikan pihak desa di kecamatannya, agar melakukan pengecekan peralatan pemadaman api yang merupakan bantuan perusahaan tahun lalu.
“Kita minta pihak desa melakukan pengecekan peralatan bantuan peralatan yang diterima tahun lalu, apakah masih berfungsi dengan baik atau tidak. Sehingga dengan begitu, upaya antisipasi karhutla di tingkat desa dapat digalakkan,” ucapnya.
Baca Juga: Titik Api Di Seruyan Akan Dipantau Melalui Pusat Komando
Selain itu, pihak perusahaan perkebunan sawit yang beroperasi di wilayah Kecamatan Seruyan Hilir juga telah diminta untuk memberikan pelatihan tata cara melakukan pemadaman api yang baik dan benar.
“Kalau dari peralatan di desa sudah tersedia dan siap pakai, maka kita juga minta pihak perusahaan memberikan pelatihan pemadaman bagi warga desa binaannya,” ujarnya.
Idham menambahkan, hal lain yang dinilainya juga penting, yakni ketersediaan sumber air yang bisa dimanfaatkan untuk upaya pemadaman api.
“Saya juga sudah meminta pihak aparatur desa untuk mengecek sumber air pada lokasi-lokasi lahan yang dinilai rawan terbakar agar bisa dipersiapkan sejak dini. Sebab kalau sumber air untuk pemadaman api tak tersedia, maka proses pemadaman akan menjadi terhambat. Ini yang kita hindari dalam menggalakkan siaga karhutla,” ungkapnya. [Red]














Discussion about this post