Kaltengtoday. com, Tamiang Layang – Semakin berkurangnya kebun karet dewasa ini, dan digantikan dengan kebun sawit, diduga turut menjadi faktor penyebab meningkatnya suhu udara dewasa ini.
Hal tersebut dapat dilihat dari bertambahnya kebun kelapa sawit yang ditanam warga, di Kalimantan Tengah, termasuk Kabupaten Barito Timur, menggantikan kebun karet yang sudah eksis sekian generasi.
Baca Juga :Â Â Kampus UPR dan GAPKI Kalteng Gelar Kuliah Umum Sawit Berkelanjutan
“Karena hitungan secara ekonominya lebih menjanjikan, Bang. Daripada karet yang harganya sering naik turun, apalagi -maaf- mungkin aromanya. Makanya, saya tebangi pohon-pohon karet di kebun dan diganti dengan tanaman sawit. Prospeknya bagi saya lebih jelas, ” ucap Nunu, salah seorang warga Kecamatan Dusun Tengah , tadi (Senin, 28/7/2025).
Kelapa sawit memang mulai menjadi incaran warga di Bartim, terbukti dari banyaknya pekebun sawit yang tergabung dalam koperasi plasma. Namun, ada juga yang berdiri sendiri seperti Nunu. Hanya saja orientasi mereka sama, yaitu hasil yang lebih menggiurkan dari sawit.
Baca Juga :Â Tahan 27 Pelaku Pencuri Sawit di Seruyan, Menyeret Anak di Bawah Umur Hingga Pengguna Narkoba
“Memang hal ini tak dapat disalahkan, karena mereka juga punya gak dan alasan. Namun dampaknya, jumlah pepohonan yang rimbun dan menjadi pemasok oksigen di siang hari jadi berkurang. Itu sebabnya semakin hari, kita merasakan suhu udara semakin panas, ” kata Irfansyah, mahasiswa sebuah PTS di Banjarmasin, yang sedang getol meneliti dampak berkurangnya kawasan hutan di wilayah Kalselteng.
Penjelasan simpel Irfan, tak jauh beda, seperti yang juga dikutip dari situs greenlab.co.id, bahwa bagaimanapun dampak dari deforestasi atau penggundulan hutan, adalah memang pada pemanasan global dan perubahan iklim. [Red]














Discussion about this post