Kaltengtoday.com, Sampit – Chris Kanti Asi (29) sejak pagi terus memperhatikan layar gawainya dan mengingat kembali siapa-siapa saja yang belum menerima kiriman undangan perayaan Natal Seksi Pelayanan Remaja/Pemuda (SPRP) Jemaat Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) Luwuk Bunter di kontaknya, yang akan digelar tepatnya di gedung Gereja Eka Kapakat, Sabtu (28/12/2024) malam.
Momen perayaan Natal ini sangat istimewa bagi Kanti dan adik-adik remaja serta teman sebayanya, sebab selalu ditunggu setiap tahun setelah rutin melaksanakan ibadah SPRP setiap minggu. Perayaan ini bukan hanya akan dihadiri pemuda, remaja, atau jemaat GKE Luwuk Bunter, melainkan juga dari anak jemaat tetangga, seperti desa Pundu, Bukit Batu, Bajarum, Kandan, dan bahkan Kota Sampit.
Baca Juga : Perayaan Natal Gabungan di Kabupaten Kapuas Berlangsung Meriah
Saling kunjung anak jemaat dalam perayaan Natal ini telah menjadi salah satu tradisi yang sudah terbangun sejak beberapa dekade terakhir. Dan, kebersamaan itu tidak hanya di momen Natal, namun juga dilakukan dalam berbagai agenda, seperti dalam kegiatan Pekan Olah Raga dan Seni (Porseni) SPRP GKE Resort Sampit, ibadah gabungan, dan kegiatan lainnya.
“Kami di SPRP GKE Luwuk Bunter biasa beribadah bersama dengan teman-teman dari anak jemaat tetangga seperti Pundu, Kandan, Bajarum, Bukit Raya, Sampit, dan bahkan lainnya, pun di momen Natal seperti ini. Tujuannya untuk memperkuat solidaritas dan persekutuan dalam Tuhan Yesus,” kata Kanti kepada Kalteng Today.
Kanti sebelumnya telah turut serta menghadiri perayaan Natal yang di gelar pemuda dan remaja dari jemaat tetangga bersama anak jemaat lainnya. Maka dari itu, ia dan para pembina pemuda remaja GKE Jemaat Luwuk Bunter, serta teman-temannya memastikan perayaan yang mereka laksanakan kali ini dipersiapkan dengan sebaik mungkin.
Untuk itu, segala kebutuhan perayaan dan menjamu para tamu undangan yang akan hadir, sejak sebulan terakhir mereka telah membentuk kepanitiaan, khususnya membagi tugas masing-masing, dan tetap melibatkan teman-teman mereka yang baru pulang dari perantauan, dengan berbagai alasan seperti pendidikan maupun oleh pekerjaan di luar desa, serta warga jemaat.
“Persiapan awal perayaan Natal ini kami membentuk kepanitiaan terlebih dahulu dan melibatkan ibu-ibu untuk konsumsi, hingga semuanya dapat berperan di hari penuh suka cita ini,” tutur perempuan yang berprofesi sebagai guru sekolah dasar tersebut.
Baca Juga : Hari Pertama Pasca Libur Natal, Lalu Lintas di Bartim Terlihat Normal
Kurang lebih dalam sebulan terakhir Kanti dan teman-temannya aktif latihan nyanyi, baik solo maupun vokal group untuk memeriahkan perayaan natal tersebut, cukup banyak waktu dan tenaga yang diluangkan dengan semangat rasa kebersamaan.














Discussion about this post