Kaltengtoday.com, Palangka Raya – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (Ditjen KSDAE) bersama Balai Taman Nasional Sebangau (BTNS) dan Borneo Nature Foundation (BNF) Indonesia, menggelar pelatihan pemanfaatan alat pemantauan dan pelaporan spasial untuk kegiatan patroli hutan atau monitoring spasial dan reporting tool (SMART) Patrol, yang dilaksanakan sejak 21 hingga 23 Oktober 2021.
Kegiatan pelatihan ini dihadiri oleh Kepala SubDirektorat Perencanaan Pengelolaan Kawasan Konservasi pada Direktorat Kawasan Konservasi KLHK Ratna Hendratmoko, Kepala BTNS Andi M Khadafi, dan Tim Konservasi BNF Indonesia. Peserta pelatihan antara lain anggota Masyarakat Peduli Api (MPA), polisi hutan, dan Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan (Brigdalkarhut) di wilayah Taman Nasional Sebangau.
Andi M Khadafi menjelaskan, pelatihan SMART Patrol ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas maupun pengetahuan para peserta dalam penggunaan aplikasi SMART dan pengoperasian drone sehingga pemantauan dan pengawasan secara mobile di daerah rawan kebakaran hutan, khususnya di kawasan Taman Nasional Sebangau, dapat lebih optimal. Dalam pelatihan juga akan dipaparkan tentang efektivitas pengelolaan kawasan konservasi yang akan diisi oleh Kepala SubDirektorat Perencanaan Pengelolaan Kawasan Konservasi KLHK Ratna Hendratmoko.
“Oleh karena itu, melalui pelatihan ini kami berharap akan ada penguatan wawasan dan pengetahuan di bidang konservasi, terutama dalam upaya pencegahan, penanggulangan, dan pengendalian kebakaran hutan sehingga dapat mengurangi terjadinya gangguan atau ancaman kebakaran hutan di masa mendatang,” ujarnya.
Sementara itu, Manajer Konservasi BNF Indonesia, Adhy Maruly mengatakan, di samping di dalam ruangan, kegiatan pelatihan SMART Patrol ini juga dilaksanakan di luar ruangan dalam bentuk praktik lapangan untuk pengambilan data sekaligus patroli pencegahan kebakaran di wilayah kerja Resort Habaring Hurung, SPTN Wilayah II, Taman Nasional Sebangau.
“Dengan praktik lapangan, kami berharap materi pelatihan dapat dikuasai lebih baik oleh peserta pelatihan sehingga dapat diaplikasikan dengan baik pula nantinya di lapangan,” kata Adhy.
Baca Juga : Babinsa Koramil 1015-09 Baamang Peduli Lingkungan
Dia menambahkan, kehadiran BNF Indonesia dalam pelatihan ini merupakan salah satu bentuk dukungan yang diberikan BNF Indonesia kepada KLHK dan BTNS dalam konservasi di Taman Nasional Sebangau. Di samping kegiatan pelatihan ini, BNF Indonesia juga mendukung program restorasi ekosistem hutan yang dilaksanakan BTNS melalui pengembangan community nursery dan penanaman pohon di zona rehabilitasi di wilayah Taman Nasional Sebangau.
Ditempat yang sama, Koordinator MPA Kelurahan Kereng Bangkirai, Kota Palangka Raya, Aditya mengungkapkan bahwa MPA adalah salah satu garda terdepan ketika terjadi kebakaran hutan. Masyarakat yang tinggalnya dekat dengan hutan selalu menjadi pasukan pertama yang memadamkan api.
Baca Juga : Legislator Bartim Ingatkan Pentingnya Jaga Lingkungan
“Kami selalu siaga ketika terjadi kebakaran hutan, khususnya di Sebangau. Adanya SMART Patrol ini kami harapkan dapat mempermudah dan mempercepat kami dalam penanggulangan bencana kebakaran hutan,” harapnya. [Red]














Discussion about this post