Kalteng Today
  • Berita
  • Eksekutif & Legislatif
    • Legislatif
      • DPRD Kalteng
      • DPRD Barito Selatan
      • DPRD Barito Timur
      • DPRD Barito Utara
      • DPRD Gunung Mas
      • DPRD Kapuas
      • DPRD Katingan
      • DPRD Kotawaringin Barat
      • DPRD Kotawaringin Timur
      • DPRD Lamandau
      • DPRD Murung Raya
      • DPRD Palangka Raya
      • DPRD Pulang Pisau
      • DPRD Seruyan
      • DPRD Sukamara
    • Eksekutif
      • Pemprov Kalimantan Tengah
      • Pemkab Barito Selatan
      • Pemkab Barito Timur
      • Pemkab Barito Utara
      • Pemkab Gunung Mas
      • Pemkab Kapuas
      • Pemkab Katingan
      • Pemkab Kotawaringin Barat
      • Pemkab Kotawaringin Timur
      • Pemkab Lamandau
      • Pemkab Murung Raya
      • Pemkab Pulang Pisau
      • Pemkab Seruyan
      • Pemkab Sukamara
      • Pemko Palangka Raya
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Tips Trik
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Cek Fakta
  • Opini
No Result
View All Result
  • Berita
  • Eksekutif & Legislatif
    • Legislatif
      • DPRD Kalteng
      • DPRD Barito Selatan
      • DPRD Barito Timur
      • DPRD Barito Utara
      • DPRD Gunung Mas
      • DPRD Kapuas
      • DPRD Katingan
      • DPRD Kotawaringin Barat
      • DPRD Kotawaringin Timur
      • DPRD Lamandau
      • DPRD Murung Raya
      • DPRD Palangka Raya
      • DPRD Pulang Pisau
      • DPRD Seruyan
      • DPRD Sukamara
    • Eksekutif
      • Pemprov Kalimantan Tengah
      • Pemkab Barito Selatan
      • Pemkab Barito Timur
      • Pemkab Barito Utara
      • Pemkab Gunung Mas
      • Pemkab Kapuas
      • Pemkab Katingan
      • Pemkab Kotawaringin Barat
      • Pemkab Kotawaringin Timur
      • Pemkab Lamandau
      • Pemkab Murung Raya
      • Pemkab Pulang Pisau
      • Pemkab Seruyan
      • Pemkab Sukamara
      • Pemko Palangka Raya
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Tips Trik
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Cek Fakta
  • Opini
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Kalteng Today

Perempuan Lebih Rentan Terpapar Radikalisme

by Redaksi
19/08/2021
A A
Perempuan Lebih Rentan Terpapar Radikalisme

Kalteng Today – Palangka Raya, – Perempuan mempunyai sifat emosional yang menggebu. Sifat tersebut, sering kali dimanfaatkan pihak tertentu untuk memengaruhi perempuan.

Tidak heran, akhirnya banyak perempuan yang terpengaruh pada radikal. Hal itu diungkapkan Plt Kepala Seksi Partisipasi Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Kolonel (Czi) Rahmad Suhendro, Rabu (18/8).kemarin.

Pernyataan itu dilontarkan Suhendro dalam kegiatan Ngrobrol Perempuan, kerjasama antara BNPT dengan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Kalimantan Tengah.

Kegiatan dilaksanakan secara daring, dan tatap muka menghadirkan narasumber Dr Devie Rahmawati, Staf Ahli Menteri Kominfo, Rensi, M.Psi Kepala Seksi Tindak Lanjut yang juga Psikolog Klinis dan Dr Desi Erawati, sebagai moderator.

“Perempuan sering kali dimanfaatkan sebagai pelaku bom bunuh diri. Emosional perempuan yang menggebu, menjadi celah bagi jaringan teroris, untuk memengaruhi mereka,” jelas Suhendro.

Ditegaskan, faktor yang mampu memengaruhi diantaranya, lingkungan keluarga, pekerjaan, sekolah, pergaulan di media sosial maupun masyarakat, pengajian yang dipimpin ustaz radikal, serta jaringan radikal lainnya. Karena itu, sangat penting bagi perempuan untuk mendapatkan pengetahuan agama yang memadai.

Indikasi radikal, jelas Suhendro, dilakukan melalui politisasi agama dengan visi dan misi ingin mendirikan negara sistem daulah, atau khilafah dengan mengganti dasar negara Pancasila, serta anti pemerintahan. Kemudian intoleran, fanatisme berlebihan, ekstrim, anti kultur, atau budaya lokal, sering menuduh seseorang sesat.

“Mereka tidak mengakui atau mentaati hukum yang berlaku. Sering menghalalkan segama cara atas nama agama,” tegas Suhendro.

Sementara, Kepala Seksi Tindak Lanjut yang juga Psikolog Klinis, Rensi, menyebutkan, 80 persen orang yang tergabung, atau terlibat paham radikalisme awalnya bukan persoalan ideologi, tetapi akibat masalah sosial. Usia 14 hingga 28 tahun mempunyai relasi sosial yang paling penting dalam pembentukan idealisme.

Beberapa faktor yang turut memengaruhi, jelas Rensi, tingginya angka pernikahan dini yang berpengaruh pada tingkat ketahanan keluarga. Struktur sosial, psikologis, tingkat pendidikan dan literasi berperan dalam membentuk perilaku, dan persepsi. Ruang lingkup yang terpencil cenderung kurang mendapat informasi yang luas.

“Kita melakukan berapa upaya dengan melakukan peningkatan ketahanan keluarga, penurunan angka pernikahan usia anak, pelatihan peningkatan ekonomi pemerimpuan, peningkatan kesehatan reproduksi perempuan, pencegahan kekerasan terhadap perempuan, dan anak, serta penanganan korban kekerasan,” tegas Rensi.

Sebelumnya, Ketua FKPT Provinsi Kalteng Dr Khairil mengungkapkan, dalam beberapa hasil penelitian dan kenyataan yang terjadi, radikalisme serta terorisme masih menjadi ancaman keamanan di Indonesia, khususnya kalangan perempuan.

Hasil penelitian BNPT tahun 2021 menunjukkan akses internet perempuan lebih banyak daripada laki-laki.
Dalam 4 tahun terakhir sejak 2018 sampai 2021, jelas Khairil, ada fenomena perempuan terlibat atau dilibatkan dalam aksi terorisme.

Kasus bom bunuh diri di Surabaya tahun 2018 yang melibatkan satu keluarga termasuk isteri dan anaknya, dan menewaskan 28 orang.

Padahal mereka termasuk orang yang relatif berkecukupan.

“Motifnya terpapar paham radikalisme yang mengajarkan mati syahid dengan cara bom bunuh diri terhadap orang-orang yang dinilainya kafir,” tegas Khairil.

Baca juga : Kodim 1011 KLK Berikan Wawasan Bahaya Radikalisme Kepada Generasi Muda

Kedua, ungkap Khairil, kasus bom bunuh diri di Makasar, pada tanggal 28 Mei 2018, juga melibatkan suami isteri, dengan motif balas dendam.

Ketiga, kasus seorang perempuan diduga teroris ditembak mati saat melancarkan aksinya di area Mabes Polri di Jakarta, 31 Maret 2021. Motif utamanya lagi-lagi karena terpapar paham radikalisme.[Red]

Tags: BNPTFKPTPerempuanRadikalisme

Baca Juga

Ditegur Majelis karena Mangkir, PT BAP Hadapi Tuntutan Rp3,78 Triliun di Basara Hai

Ditegur Majelis karena Mangkir, PT BAP Hadapi Tuntutan Rp3,78 Triliun di Basara Hai

11/08/2026

...

Pakai Rumus PT BAP, Warga Sebabi Ajukan Gugat Balik Rp3,78 Triliun di Basara Hai

Pakai Rumus PT BAP, Warga Sebabi Ajukan Gugat Balik Rp3,78 Triliun di Basara Hai

10/08/2026

...

Damang Hermas Pastikan Basara Hai Tak Diskriminatif, PT BAP Diminta Hadir Buka Data dan Adu Fakta

Damang Hermas Pastikan Basara Hai Tak Diskriminatif, PT BAP Diminta Hadir Buka Data dan Adu Fakta

09/08/2026

...

Basara Hai Takian Petak Digelar 10 Agustus, Sembilan Mantir Adat Jadi Syarat Mutlak Persidangan

Basara Hai Takian Petak Digelar 10 Agustus, Sembilan Mantir Adat Jadi Syarat Mutlak Persidangan

08/08/2026

...

Basara Hai Sengketa Takian Petak Dijadwalkan 10–15 Agustus, Erko Mojra Minta Sanksi Adat Berat untuk PT BAP

Basara Hai Sengketa Takian Petak Dijadwalkan 10–15 Agustus, Erko Mojra Minta Sanksi Adat Berat untuk PT BAP

08/08/2026

...

Discussion about this post

ARTIKEL TERBARU

Ditegur Majelis karena Mangkir, PT BAP Hadapi Tuntutan Rp3,78 Triliun di Basara Hai
Berita

Ditegur Majelis karena Mangkir, PT BAP Hadapi Tuntutan Rp3,78 Triliun di Basara Hai

11/08/2026
Pakai Rumus PT BAP, Warga Sebabi Ajukan Gugat Balik Rp3,78 Triliun di Basara Hai
Berita

Pakai Rumus PT BAP, Warga Sebabi Ajukan Gugat Balik Rp3,78 Triliun di Basara Hai

10/08/2026
Damang Hermas Pastikan Basara Hai Tak Diskriminatif, PT BAP Diminta Hadir Buka Data dan Adu Fakta
Berita

Damang Hermas Pastikan Basara Hai Tak Diskriminatif, PT BAP Diminta Hadir Buka Data dan Adu Fakta

09/08/2026
Basara Hai Takian Petak Digelar 10 Agustus, Sembilan Mantir Adat Jadi Syarat Mutlak Persidangan
Berita

Basara Hai Takian Petak Digelar 10 Agustus, Sembilan Mantir Adat Jadi Syarat Mutlak Persidangan

08/08/2026
Basara Hai Sengketa Takian Petak Dijadwalkan 10–15 Agustus, Erko Mojra Minta Sanksi Adat Berat untuk PT BAP
Berita

Basara Hai Sengketa Takian Petak Dijadwalkan 10–15 Agustus, Erko Mojra Minta Sanksi Adat Berat untuk PT BAP

08/08/2026
Putusan Sudah Membebaskan, Rudi Baru Keluar 24 Hari Kemudian: “Penjara Menyekolahkan Kami untuk Melawan”
Berita

Putusan Sudah Membebaskan, Rudi Baru Keluar 24 Hari Kemudian: “Penjara Menyekolahkan Kami untuk Melawan”

08/08/2026

Kalteng Today

Ikuti Kami di Media Sosial

TrustWorthy News

Rubrik

  • Berita
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Nasional
  • Eksekutif
  • Legislatif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Tips Trik

Download Aplikasi

Rubrik

  • Berita
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Olahraga
  • Eksekutif
  • Legislatif
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Tips Trik

Download Aplikasi

© Hak cipta 2022 Kaltengtoday.com | Hak cipta dilindungi hukum.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Info Iklan

No Result
View All Result
  • Berita
  • Eksekutif & Legislatif
    • Legislatif
      • DPRD Kalteng
      • DPRD Barito Selatan
      • DPRD Barito Timur
      • DPRD Barito Utara
      • DPRD Gunung Mas
      • DPRD Kapuas
      • DPRD Katingan
      • DPRD Kotawaringin Barat
      • DPRD Kotawaringin Timur
      • DPRD Lamandau
      • DPRD Murung Raya
      • DPRD Palangka Raya
      • DPRD Pulang Pisau
      • DPRD Seruyan
      • DPRD Sukamara
    • Eksekutif
      • Pemprov Kalimantan Tengah
      • Pemkab Barito Selatan
      • Pemkab Barito Timur
      • Pemkab Barito Utara
      • Pemkab Gunung Mas
      • Pemkab Kapuas
      • Pemkab Katingan
      • Pemkab Kotawaringin Barat
      • Pemkab Kotawaringin Timur
      • Pemkab Lamandau
      • Pemkab Murung Raya
      • Pemkab Pulang Pisau
      • Pemkab Seruyan
      • Pemkab Sukamara
      • Pemko Palangka Raya
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Tips Trik
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Cek Fakta
  • Opini

© Hak cipta 2021 Kaltengtoday.com | Hak cipta dilindungi hukum.