Kaltengtoday.com, Tamiang Layang – Suksesnya gelar Ibadah Bersama berupa tausiah/tabligh yang diadakan Pemerintah Kabupaten Barito Timur, yang mendatangkan dai sekaligus musisi religi beraliran metal, Ustad Derry Sulaiman malam tadi (Rabu, 12/1/2025) ternyata juga menyimpan cerita haru sekaligus bangga.
Bahwa beberapa personel dari organisasi kemasyarakatan (ormas) maupun organisasi kepemudaan di luar ormas/orpem Islam, rupanya juga terlibat aktif di perhelatan acara, yaitu di halaman Kantor Bupati Bartim.
Salah seorang dari mereka yang minta tidak usah disebut namanya, mengatakan bahwa ia dan rekan-rekannya mendukung acara ini, lantaran Ustad Derry Sulaiman punya jejak rekam digital yang baik dan dinilai cocok untuk berceramah di Bartim yang masyarakatnya majemuk ini.
Baca Juga : Â Syiar Lewat Lagu Death Metal, Ustad Derry Sulaiman Guncang Bartim Malam Ini
“Waktu dulu, kami memang sempat menolak kehadiran seorang ustad yang kami nilai ada isi ceramahnya menyinggung perasaan kami. Kami khawatir jika nanti berceramah di sini, akan menimbulkan perpecahan di kalangan masyarakat kita, yang sangat majemuk namun menjunjung kebersamaan ini. Sekarang, karena kami nilai Ustad Derry sangat kredibel dan baik, maka kami dengan suka cita membantu pengamanan dan apapun yang nanti diperlukan saudara-saudara kami, umat Muslim di Bartim,” paparnya panjang lebar tadi (Kamis, 13/2/2025).
Sama halnya pelaksanaan di halaman Kantor Bupati, begitu acara selesai dan Pj Bupati Bartim Indra Gunawan beserta Bupati Terpilih Bartim Drs M Yamin MBA membawa Ustad Derry Sulaiman dan tim ke Nuansa Cafe, Tamiang Layang, para pemuda non Muslim ikut menyumbangkan tenaganya, sesuai kapasitas masing-masing.
Dalam acara santai berupa ramah tamah yang digelar Temu Pelaku Seni Barito Timur (Tempe Semur) tersebut, Ustad Derry Sulaiman dengan sukarela berbagi waktu dan ber-jam session secara spontanitas.
Basic skill-nya sebagai gitaris metal/underground, tentu saja menjadi sesuatu yang ditunggu, dan tidak sempat dikeluarkan pada tausiah di halaman Kantor Bupati. Tiga lagu, digeber Ustad Derry dan para musisi Bartim.
Baca Juga : Â Sekda Kapuas Septedy Resmikan Rumah Musik Gratis
Selain berirama pop religi, yaitu Dunia Sementara Akhirat Selamanya (DSAS)Â 1 dan DSAS 2, tentu saja, Bendera Kuning, menjadi sesuatu yang sangat ditunggu para metalis Bartim.
Lagu bercorak death metal yang dirilis tahun 1996 bersama band asalnya, Betrayer, itu pun jadi boom malam itu. Penampilan yang juga menjadi simbol kebersamaan, lantaran yang bermain bersama tidak hanya musisi beragama Islam (dan dari satu ormas atau manhaj saja). Melainkan ada juga yang beragama Kristen dan aktif di gereja. Ya, dari musik, metal khususnya, di malam tadi, telah menunjukkan sebuah ukhuwwah yang indah.  [Red]














Discussion about this post