Kaltengtoday.com – Palangkaraya – Dampak Covid-19 memang membuat semua sendi kehidupan seperti ekonomi, pendidikan dan juga transportasi bergerak lamban walau tak terhenti. Namun dibalik itu juga ada berkah yang dirasakan para pengusaha kecil yang bergerak dibidang konveksi/penjahit agar tetap bisa hidup di tengah wabah ini.
Contohnya, Sirajudin. Ia merupakan seorang pengusaha yang bergerak dibidang jasa menjahit pakaian yang membuka usahanya di sekitaran Pasar Kameloh Kota Palangkaraya. Ia memberi label toko usahanya dengan nama Magantis Tailor.
Ia mengaku dampak virus corona ini memang membuat usaha seperti konveksi lemah lunglai karena sepi pesanan dan orderan.
Sirajudin mengatakan hampir satu bulan ini sudah tidak ada menerima pesanan ataupun orderan untuk menjahit baju ataupun celana.
Namun seperti kata bijak, rezeki tak akan tertukar, sudah hampir sebulan ini ia mengaku kebanjiran order pembuatan masker, baik itu untuk pribadi atau intansi pemerintah.
“Kita punya 4 orang pegawai, jika tidak ada permintaan pembuatan masker ini, maka kita akan bingung bagaimana mereka dapat uang. Karena mereka ini bekerja hari ini untuk mendapatkan uang,” katanya kepada wartawan Kalteng Today, Sabtu (18/4).
Lebih lanjut, dirinya menjelaskan pihaknya kini mendapatkan orderan permintaan dari konsumen untuk membuat masker dengan nilai jual Rp.5.000 per satu buah masker. Selain itu, untuk jumlah dirinya membeberkan ada sampai 500 sampai dengan 1.000 lebih masker kain.
“Ada juga permintaan yang berasal dari kabupaten lain, seperti Kabupaten Kapuas dan juga desa-desa disana,” ujarnya.
Sirajudin kembali menyampaikan untuk saat ini permintaan cukup kurang. Salah satunya karena sudah cukup banyak penjahit yang ada di daerah tersebut, ikut dalam membuat masker.
Baca Juga:
TP PKK Kahayan Hilir Pulang Pisau Bantu Masker dan Sembako
“Kita juga menitipkan masker buatan kita di beberapa warung-warung kecil dipinggiran jalan, seperti yang jual minyak bensin ataupun yang lainnya. Harga awal kami masih sama yaitu Rp.5.000, dan mereka jual berapa ke pembeli, itulah yang jadi untung mereka. Kemudian apabila sudah habis, kita akan kembali menitipkan kembali ke mereka. Intinya saling membatu, terlebih lagi disaat – saat sulit seperti ini,” tutupnya. [Red]














Discussion about this post