Kaltengtoday.com, Tamiang Layang – Para pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Barito Timur masa khidmat 2025–2030, diharapkan dapat memperkuat peran strategisnya sebagai mitra pemerintah daerah, khususnya dalam pembinaan mental-spiritual masyarakat serta penguatan literasi dan dakwah digital.
Baca Juga : Dispursip Kalteng Teken MoU dengan 16 Lembaga, Susun Action Plan Literasi 2026
Harapan itu juga disampaikan Bupati Bartim Drs Muhammad MBA Yamin melalui Asisten II Setda Barito Timur, Amrullah SH, pada acara ta’aruf dan pengukuhan Pengurus MUI Kabupaten Barito Timur di GPU Mantawara Tamiang Layang, tadi (Kamis, 12/2/2026). Pada acara tersebut, hadir pula Ketua Umum MUI Provinsi Kalimantan Tengah Khairil Anwar, unsur Forkopimda Barito Timur, jajaran pejabat Setda, staf ahli bupati, kepala OPD, Ketua NU, jajaran pengurus MUI, serta tamu undangan lainnya.
Amrullah menyampaikan ucapan selamat pada seluruh jajaran pengurus yang baru dikukuhkan, dan berharap momentum ini semakin memantapkan kiprah MUI sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah. Dikatakan olehnya, jika MUI memiliki peran penting dalam membentuk masyarakat yang berakhlak mulia dan menjunjung tinggi norma agama, sosial, kesusilaan, kesopanan, serta hukum yang berlaku.
Kontribusi MUI Bartim untuk daerah, dinilai nyata. Antara lain dengan penerbitan buku penelitian Jejak Islam di Barito Timur pada 2025 serta penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Muallaf bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Barito Timur.
“Berbagai inovasi tersebut lahir dari kerja sama dan sinergi dengan banyak pihak. Kita ingin, kepengurusan yang baru bisa mempertahankan dan melanjutkan hal-hal positif itu,” ujarnya, seraya menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan visi Barito Timur yang SEGAH: Sejahtera, Elegan, Gigih, Amanah, dan Harmonis.
MUI diharapkan menjadi penyejuk di tengah masyarakat dengan menjaga kerukunan antarumat beragama serta berperan aktif membantu penyelesaian persoalan sosial-keagamaan. Dan secara khusus, dia menyoroti tantangan era digital yang ditandai maraknya hoaks dan ujaran kebencian di media sosial. MUI diminta mengambil peran sebagai penggerak literasi digital dan pemanfaatan teknologi informasi secara bijak.
Baca Juga : Edy Pratowo: Kunci Membangun Generasi Muda Berkarakter Hanya Dengan Literasi
“Pengurus MUI harus menjadi contoh dalam penggunaan teknologi yang aman, etis, dan bertanggung jawab. Media sosial harus dimanfaatkan untuk menyebarkan konten dakwah yang edukatif, kreatif, dan menyejukkan. Namun saya yakin, dengan semangat baru dan tetap menjaga independensi serta marwah organisasi, MUI Kabupaten Barito Timur mampu menghadirkan perubahan yang lebih positif dan inovatif,” imbuh Amrullah.
Dan Pemkab Bartim akan berkomitmen mendukung program-program MUI melalui dukungan anggaran dan fasilitas.Untuk itu, dirinya berdoa semoga setiap ikhtiar MUI Bartim untuk kemaslahatan umat menjadi amal saleh dan membawa keberkahan bagi kabupaten yang bersemboyan Gumi Jari Janang Kalalawah ini. [Red]














Discussion about this post