Kalteng Today – Puruk Cahu, – Ketua Komisi DPRD Murung Raya (Mura), Rumiadi mengingatkan agar pengolahan limbah medis perlu dilakukan pengawasan terutama sampah medis yang dianggap cukup berbahaya dan memiliki dampak bagi lingkungan sekitar.
Menurut politikus PDI-Perjuangan ini pentingnya pengawasan terhadap pengolahan limbah medis ini ditakutkan adanya oknum yang menggunakan botol bekas sampah medis untuk dikemas kembali menjadi bahan medis oploasan atau palsu.
“Semua limbah medis rumah sakit milik pemerintah dan puskesmas . Apalagi saat ini klinik atau praktek sudah semakin menjamur, tentu perlu pengawasan yang secara berkala untuk memastikan limbah medis tidak memiliki dampak,” kata Rumiadi, Rabu (5/8/2020).
Ia menambahkan, limbah medis memang berbagai macam baik yang padat maupun cair. Semuanya sama-sama berbahaya, selain berbahaya karena bisa digunakan kembali, limbah seperti pecahan botol berbahan kaca, suntikan dan jarum juga berbahaya jika terbuang tidak pada tempatnya.
“Artinya memang apapun limbah yang dihasilkan pusat pelayanan kesehatan sebaiknya dimusnahkan dengan cara yang tepat. Apalagi limbah rumah sakit yang memiliki resiko penyebaran kuman dan virus,” lanjutnya.
Dengan penanganan limbah medis yang baik dan benar, Rumiadi berharap pusat layanan kesehatan bukan hanya menjadi tempat yang baik dan positif memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat.
Namun di sisi lain dengan kontrol yang sedemikian ketat tersebut juga menandakan bahwa praktek pengolahan limbah tersebut telah menerapkan standar operasional yang tidak menyimpang, seperti pengolahan limbah dengan metode tepat, efektif dan efisien.
Baca Juga:Â Legislator Ini Minta Pemerintah Utamakan Pers Dalam Publik
Ia menyadari bahwa tugas pengawasan ini tidak monoton menjadi tangung jawab pemerintah semata, namun pihak lain seperti organisasi kesehatan ataupun masyarakat juga bisa ikut berpartisipasi.
“Pemerintah harus memantau dengan teliti setiap pembuangan dan pemusnahan limbah pada setiap pusat layanan kesehatan terutama di RSUD Puruk Cahu,” paparnya. [Red]














Discussion about this post