Melalui koperasi ini, ia menegaskan, petani kini tidak hanya menjadi produsen bahan mentah, tapi juga memiliki peran dalam pengolahan dan pemasaran. inilah wujud dari koperasi modern yang berdikari dan berdaya saing.
Dalam rangka mendukung proyek prioritas nasional di sektor pertanian kelapa sawit di Kalteng kegiatan ini dilaksanakan, dan sebagai bagian dari pelaksanaan proyek EU SWITCH bertajuk ‘Palmstep’ yang akan dijalankan oleh Agriterra dan Fortasbi (Forum Petani Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia) di Indonesia pada periode 2025–2030.
Dalam proyek ini, Koperasi Karya Sawit Mandiri Jaya (KSMJ) bersama beberapa koperasi lainnya akan menjadi penerima manfaat utama.
Lebih lanjut, Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi dan UKM RI I Panel Barus dalam sambutannya mengajak seluruh pihak untuk mendukung pengembangan kelapa sawit berbasis koperasi.
Ia mendorong pengembangan kelapa sawit berbasis koperasi dapat sejalan dengan arah kebijakan nasional yang tertuang dalam Asta Cita Presiden RI.
Baca Juga : Sri Widanarni Buka Bimtek Penyusunan dan Pelaporan Rencana Aksi Daerah Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan
“Kami dari Kementerian Koperasi dan UKM menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh kepada Uni Eropa, Agriterra, dan Fortasbi atas inisiatif program EU SWITCH bertajuk Palmstep untuk periode 2025–2030,” terangnya.
Program ini menurutnya, merupakan langkah nyata dalam menjawab berbagai tantangan besar di sektor kelapa sawit.
“Mulai dari isu keberlanjutan lingkungan, melacak rantai nilai, hingga peningkatan posisi tawar petani kecil, khususnya yang tergabung dalam koperasi,” tutupnya.[Red]














Discussion about this post