kaltengtoday.com, Tamiang Layang – Sungai berair merah yang ada di Desa Magantis, Kelurahan Tamiang Layang, Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur, dinilai masih sebagai potensi tidur. Hal tersebut dilontarkan baik oleh warga dan organisasi pengelolaan budidaya perikanan/pertanian setempat.
Menurut M Muslim Lubis, warga Magantis, jika musim hujan dan sungai meluap, seringkali ada ikan-ikan jenis tertentu yang masuk ke tanah cekungan di sekitar sungai. Penduduk seperti dirinya, hampir tiap saat menemukan ikan-ikan seperti sepat, anak haruan alias gabus bahkan anak baung, berada di kolam cekungan sekitar sungai manakala luapan air sudah surut.
“Saya sering mendorong teman-teman di sini, yang punya tanah di situ untuk membuat sumber ekonomi tambahan. Membuat kolam penangkaran seperti model karamba, tapi untuk pintu masuknya di hulu lebih lebar. Karena seringnya melihat ikan nyangkut tadi. Jadi, untuk memberikan contoh, saya berencana memperlebar kolam galian yang ada di kebun karet saya. Di situ banyak ikan dari luapan air sungai juga. Sayang, ini masih hujan terus. Air belum surut. Jadi sulit bagi kita untuk menggali dan mengurasnya,” tutur pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua di Pengurus Cabang Nadhlatul Ulama (PC NU) Kab Bartim tersebut tadi sore (Kamis, 13/11).
Baca Juga : Wakil Ketua II DPRD Bartim Minta Luapan Air Drainase Segera ditangani
Mensupport pola pikir pekebun seperti Muslim Lubis, Wawan Soemarsono, penggerak Santri Tani (Santani) di Barito Timur, mengatakan jika potensi sumber daya alam Bartim, seringkali kurang diimbangi dengan kesigapan kreatifitas pelaku usaha pertanian atau peternakan.
Baca Juga : Terapkan PTM Terbatas , Pengajar TK Di Bartim Diminta Tetap Disiplin Prokes
“Kebanyakan masih dengan mindset menunggu bantuan dari pemerintah daerah, baru bergerak. Betul sekali kata Bung Mishael, Kadis Perikanan dan Peternakan Kab Bartim beberapa waktu lalu, saya baca di website Kaltengtoday.com tentang hal itu. Harusnya dengan mengamati potensi lingkungan, ide kita bergerak muncul. Jangan tunggu bantuan. Tinggalkan sikap menunggu. Seperti teman-teman yang ada di kelompok kami, memulai dengan hal sederhana dulu. Beternak di kolam, atau bahkan kolam semen kecil. Karena yang terpenting bukan mulai kalau sudah punya modal. Tapi memulai dengan modal seadanya, agar bisa belajar menjadi besar,” papar Wawan. [Red]














Discussion about this post