Pelaksanaan Bazar Swalayan UMKM Kotim 2026 juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus momentum perayaan Hari Ulang Tahun KPPM yang ke-3. Kehadiran berbagai elemen masyarakat dinilai mencerminkan pentingnya sinergi dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga datang dari kalangan akademisi. Ketua BEM STIE Sampit, Andriyanto, mengatakan mahasiswa memiliki peran strategis dalam membantu pengembangan UMKM melalui edukasi, inovasi, dan promosi produk lokal.
“Mahasiswa adalah agen perubahan yang dapat berkontribusi dalam memperkuat UMKM. Kami mendukung kegiatan ini karena kemajuan UMKM akan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi masyarakat dan daerah,” ujarnya.
Bazar Swalayan UMKM Kotim 2026 secara resmi dibuka oleh Bupati Kotawaringin Timur yang dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada seluruh panitia, organisasi kepemudaan, mahasiswa, pelaku UMKM, serta berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan.
Bupati menegaskan bahwa UMKM merupakan salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi daerah yang memerlukan dukungan dan pembinaan secara berkelanjutan agar mampu berkembang dan bersaing.
Baca Juga : Pariwisata dan UMKM Didorong Jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru
Sementara itu, Ketua Swalayan UMKM Pusat Jajanan dan Oleh-Oleh Kota Sampit, Rahmadnoor, S.Bns, mengatakan bazar tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam memberikan ruang yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat.
“Kami percaya bahwa ketika produk lokal mendapat dukungan yang kuat, maka ekonomi daerah akan tumbuh lebih mandiri, inovatif, dan memiliki daya saing yang semakin baik. Kolaborasi menjadi kunci kemajuan ekonomi daerah,” ungkapnya.
Melalui Bazar Swalayan UMKM Kotim 2026, kolaborasi antara pemerintah, organisasi kepemudaan, mahasiswa, pelaku UMKM, dan masyarakat diharapkan dapat terus diperkuat. Semangat “Bangga Produk Lokal, Maju Ekonomi Daerah” diharapkan menjadi gerakan bersama untuk menjadikan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian daerah menuju Kotawaringin Timur yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing. [Red]














Discussion about this post