Kaltengtoday.com, Sampit – Semangat kolaborasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah terlihat dalam pelaksanaan Bazar Swalayan UMKM Kotawaringin Timur (Kotim) 2026 yang digelar pada 10–13 Juni 2026 di Sampit. Kegiatan ini menghadirkan sinergi antara organisasi kepemudaan, mahasiswa, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pemerintah daerah untuk memperkuat daya saing produk lokal.
Mengusung tema “Kolaborasi Pemuda untuk Ekonomi Daerah yang Mandiri, Inovatif, dan Berdaya Saing” dengan slogan “Bangga Produk Lokal, Maju Ekonomi Daerah”, bazar tersebut menjadi ruang promosi sekaligus pengembangan bagi UMKM lokal agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Komunitas Pemuda Peduli Masyarakat (KPPM), Swalayan UMKM Pusat Jajanan dan Oleh-Oleh Kota Sampit, SAPMA PP Kabupaten Kotawaringin Timur, BEM STIE Sampit, serta berbagai mitra pendukung lainnya.
Ketua Umum KPPM sekaligus Ketua Pelaksana, Muhammad Ridho, S.Bns, mengatakan keberhasilan penyelenggaraan bazar menjadi bukti bahwa generasi muda mampu menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi masyarakat.
Baca Juga : FBIM dan Kalteng Expo 2026 Jadi Wadah UMKM hingga Pelestarian Budaya
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, jajaran Polri dalam rangka HUT Bhayangkara ke-80, seluruh mitra, sponsor, pelaku UMKM, organisasi kepemudaan, mahasiswa, dan masyarakat yang telah mendukung kegiatan ini. Bertepatan dengan HUT KPPM yang ke-3, kami berharap semangat pengabdian dan kolaborasi ini terus berkembang demi kemajuan daerah,” ujarnya.
Menurut Ridho, bazar tidak hanya menjadi ajang transaksi ekonomi, tetapi juga sarana untuk memperkuat jejaring antar pelaku UMKM, komunitas, dan generasi muda yang memiliki perhatian terhadap pengembangan ekonomi lokal.
Senada dengan itu, Sekretaris Pelaksana sekaligus Ketua PC SAPMA PP Kabupaten Kotawaringin Timur, Mukhlan, menilai keberhasilan kegiatan merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak yang terlibat.
“Bazar ini bukan hanya tempat transaksi ekonomi, tetapi juga ruang kolaborasi yang mempertemukan pemuda, mahasiswa, pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam satu tujuan, yaitu membangun ekonomi daerah yang lebih kuat, produktif, dan berdaya saing. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi agenda berkelanjutan,” katanya.














Discussion about this post