Kalteng Today – Palangka Raya, – Bupati Kabupaten Kapuas, Ben Brahim S. Bahat tidak mampu membendung rasa bahagianya tentang ditunjuknya Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), sebagai wilayah ketahanan nasional (Food Estate).Dan meminta agar pemuda Kalteng turut serta dalam program tersebut.
“Tahun ini kita bangga, Kalteng ditetapkan sebagai wilayah ketahanan pangan nasional dan bahkan internasional suatu saat. Nah, salah satu wilayahnya adalah di Kabupaten Kapuas, ada 166.000 hektar untuk food estate ini,” kata Ben belum lama ini.
Dirinya menjelaskan, daerah yang dipersiapkan tersebut ada di dua kabupaten, yakni Kapuas dan Pulang Pisau (Pulpis). Dengan masing – masing 116.895Â hektar berada di kabupaten yang di pimpin olehnya saat ini.
“Selama ini, saya selalu menyampaikan kepada pejabat – pejabat dari jakarta, seperti Bapak Menteri dan bahkan Bapak Presiden kemarin, untuk utamakan putra – putri Kalteng yang dilibatkan nanti, terutama dalam pelaksanaan ketahanan pangan nasional ini,” tegasnya.
Akan tetapi, dirinya juga meminta kepada seluruh pemuda Kalteng untuk terus meningkatkan kapasitas diri, khususnya dalam turut serta dalam pembangunan ketahanan pangan yang akan segera dilakukan tersebut. Sehingga kedepan, tidak akan menjadi penonton di tanah sendiri.
“Selama ini kita tidak sadar bahwa Kalteng tergantung dengan pelabuhan tri sakti, dan ini ada sepuluh kabupaten kota, seperti Kuala Kapuas, Pulpis, Kota Palangka Raya, Kasongan, Sampit, Kuala Kurun dan empat kabupaten di Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito,” bebernya.
Baca Juga:Â Kapolres Seruyan Minta Relawan Peduli Api Tingkatkan Peran Pencegahan Karhutla
Hal tersebut menurutnya ketergantungan yang sangat nyata seperti barang – barang yang masuk ke daerah maupun ke luar daerah. Sehingga menurutnya perlu adanya sebuah terobosan untuk memberikan dampak perubahan dan tidak merugikan bagi daerah.
“Namun kita bersyukur, nanti kita tidak lagi tergantung dengan Tri Sakti, karena mulai akhir Tahun 2020, kementerian PUPR RI akan membangun jalan dari Kapuas ke Pelabuhan Betanjung yang dikenal dengan pelabuhan pengumpul nasional yang akhirnya menjadi outlet bagi ketahanan nasional ini,” tukasnya. [Red]














Discussion about this post