Kaltengtoday.com, Palangka Raya – Penjabat Sekretaris Daerah Kalimantan Tengah (Pj Sekda Kalteng), Linae Victoria Aden dalam menyampaikan bahwa Huma Betang Night dihadirkan sebagai ruang ekspresi budaya yang adaptif terhadap perkembangan zaman, namun tetap berakar pada nilai kearifan lokal.
“Kegiatan ini merupakan wujud komitmen kita bersama dalam merawat identitas daerah di tengah dinamika global,” kata Linae, Senin (4/5/2026).
Baca Juga : Huma Betang Night 2026 Jadi Simbol Pelestarian Budaya di Tengah Modernisasi
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut juga bertujuan melestarikan seni budaya, menyediakan ruang publik yang inklusif, serta mengakselerasi perekonomian daerah dengan melibatkan sekitar 100 pelaku UMKM lokal.
“Peluncuran ditandai dengan prosesi hitung mundur dan penekanan sirine sebagai simbol dimulainya seluruh rangkaian kegiatan Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalteng,” ujarnya.
Baca Juga : Agustiar Sabran Hadirkan Kanal Aduan Digital untuk Percepat Pelayanan Publik
Ia mengungkapkan, kegiatan Huma Betang Night selalu meriah dengan berbagai penampilan seni budaya, diantaranya tari tradisional dari Sanggar Ruai Bajenta dan Sanggar Seni Budaya Ruai Bacan, pertunjukan karungut dan badeder, serta hiburan musik dari sejumlah artis daerah.
“Kami juga menghadirkan UMKM di kawasan Bundaran Besar saat pelaksanaan Huma Betang Night,” tutupnya. [Red]














Discussion about this post