Kaltengtoday.com, Palangka Raya – Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin tegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemko) dalam menjaga keberlanjutan target Sustainable Development Goals (SDGs) atau tujuan pembangunan berkelanjutan.
“Langkah strategis daerah akan dipusatkan pada tiga aspek krusial yang saling berkesinambungan. Hal ini dilakukan agar tren positif pembangunan di Kota Palangka Raya tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global,” katanya, Selasa (10/2/2026).
Baca Juga : Tak Bisa Hanya Andalkan Pemda, Penanggulangan Kemiskinan Harus Libatkan Semua Unsur
Fokus pertama yang menjadi prioritas utama adalah penurunan angka kemiskinan. Pemerintah kota terus berupaya memperluas akses lapangan kerja dan memberikan bantuan sosial yang tepat sasaran bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Baca Juga : Raih Penghargaan Kategori Madya BPJS Kesehatan, Bartim Akan Terus Tingkatkan Kinerja dan Capai UHC
“Intervensi ekonomi di tingkat akar rumput sangat penting untuk memastikan setiap warga memiliki daya beli yang stabil dan mampu memenuhi kebutuhan dasarnya secara mandiri,” ucapnya.
Selanjutnya, sektor ketahanan pangan menjadi pilar kedua yang diperkuat. Di tengah tantangan perubahan iklim dan fluktuasi harga komoditas, Fairid menekankan pentingnya kemandirian pangan lokal.
Melalui optimalisasi lahan pertanian perkotaan dan dukungan bagi para petani lokal, diharapkan pasokan pangan di Palangka Raya tetap aman dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa bergantung sepenuhnya pada pasokan dari luar daerah.
Sektor kesehatan melengkapi tiga fokus utama tersebut sebagai pondasi kesejahteraan masyarakat. Fairid menyatakan bahwa akses layanan kesehatan yang merata dan peningkatan kualitas fasilitas medis menjadi kunci dalam menciptakan sumber daya manusia yang produktif.
Baca Juga : Palangka Raya Tekan Kemiskinan, Tantangan Pendidikan dan Akses Kerja Masih Mengemuka
Program-program seperti penurunan angka stunting dan layanan jaminan kesehatan daerah terus ditingkatkan untuk memastikan derajat kesehatan warga tetap optimal.
Ketiga fokus ini dinilai saling berkaitan erat satu sama lain. Fairid menjelaskan bahwa kesehatan yang baik dan pangan yang cukup merupakan modal dasar bagi warga untuk lepas dari jerat kemiskinan.
Oleh karena itu, sinergi antar-perangkat daerah terus diperkuat agar kebijakan yang diambil dapat memberikan dampak nyata yang langsung dirasakan oleh masyarakat luas di seluruh kecamatan dan kelurahan. [Red]














Discussion about this post