kaltengtoday.com – Palangka Raya – Karena dinilai sangat membebani pengeluaran anggaran daerah, Legislator Kota Palangka Raya, Khemal Nasery menyarankan pemerintah kota agar tidak lagi melakukan perekrutan tenaga honorer untuk pemberdayaan pada setiap instansi.
Menurutnya, sejauh ini banyak tenaga honorer yang tidak memiliki kinerja yang maksimal bahkan cenderung tidak melaksanakan tugas sesuai ketentuan.
Apabila memungkinkan tenaga honorer yang jumlahnya yang kini berjumlah ribuan orang, pemkot harus berani melakukan pengurangan, tetapi harus dengan metode dilihat dari sisi kinerjanya.
Anggota Komisi B DPRD Palangka Raya tersebut juga mengatakan, “Apabila kinerja tenaga honorer yang kurang, maka instansi terkait harus ada evaluasi, sehingga ketika pimpinan di instansi terkait tidak memperpanjang kontraknya yang bersangkutan sudah mengetahui kesalahannya” ujarnya. Kamis (6/2/2020)
Dirinya berharap bagi instansi terkait apabila ada tenaga honorer yang kinerjanya tidak optimal, maka jangan memperpanjang masa kontrak kerjanya, sebab ntuk mengeluarkan gaji perbulannya saja, selama ini pemkot harus menganggarkan dana yang cukup besar. Maka dari itu tidak ada salahnya evaluasi terhadap kinerja mereka diperketat, utamanya bagi yang kinerjanya tak optimal.
“Pada surat perjanjian sebelum mengangkat tenaga honorer kan mereka dituntut memiliki kinerja yang baik, kalau melanggar wajar diberhentikan” tegasnya.
Selain itu juga, Politisi Partai Golkar juga berharap ada pengangkatan honorer yang sudah lama mengabdikan diri, sehingga akan ada pengurangan biaya yang harus dikeluarkan daerah nantinya. [Red]














Discussion about this post