Kalteng Today – Sampit, – Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, Faisal Darmasing meminta pemerintah daerah setempat turun tangan guna mengatasi daya beli masyarakat yang masih melemah akibat dampak virus Corona/Covid-19.
“Di era pembangunan global yang terus meningkat setiap waktunya ini membuat pemerintah daerah harus terus berlomba-lomba untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya, terlebih lagi akibat dampak Covid-19 yang sangat luar biasa ini terhadap perekonomian,” kata Faisal Darmasing kepada kaltentoday.com, Minggu (19/7/2020) di Sampit.
Hal ini menurut Faisal, tidak hanya berlaku bagi masyarakat di daerah perkotaan namun juga sudah semestinya berlaku untuk seluruh masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur secara merata, karena dampak Covid-19 selama ini juga dirasakan menyeluruh.
“Proses pembangunan infrastruktur, usaha, jasa dan perekonomian kerakyatan harus terus dikembangkan, dan ini menjadi tugas pemerintah daerah untuk mencarikan solusinya dan formula yang tepat untuk mengatasi daya beli masyarakat yang masih menurun saat ini,” tegasnya.
Sekertaris Komisi II DPRD Kotim ini, mendorong pemerintah daerah kabupaten kotawarintin timur agar bisa menciptakan kelompok-kelompok usaha untuk masyarakat sehingga perekonomian bisa terus bertumbuh.
“Kelompok usaha ini bisa dari berbagai bidang komoditas yang menjadi produk unggulan Kota Sampit. Hal tersebut bertujuan agar daya beli masyarakat terus meningkat,” ucapnya.
Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini juga menambahkan, kesejahteraan masyarakat adalah menjadi tujuan akhir pada setuap pembangunan yang dijalankan oleh pemerintah sehingga sangat wajar jika perkembangan angka kemiskinan warga kabupaten ini selalu menjadi perhatian serius.
“Angka kemiskinan menurun artinya ekonomi mulai membaik, tapi disisi lain jangan lupa daya beli dari masyarakat itu sendiri juga bepengaruh terhadap rantai perekonomian dari tingkat bawah sampai atas,” jelasnya.
Baca Juga :Â Mendagri : Pilkada Saat Pandemi Untuk Mencari Pemimpin Kuat Tangani Covid-19
Pengentasan kemiskinan, lanjut faisal memerlukan dukungan semua pihak. Upaya ini tidak bisa hanya dibebankan pada Dinas Sosial, tetapi harus didukung banyak pihak karena banyak bidang yang berkaitan dengan upaya ini.
Sementara itu catatan kaltengtoday.com, persentase penduduk miskin di kabupaten kotawaringin timur pada tahun 2013 sebesar 6,85 persen, 2014 sebesar 6,67 persen, 2015 sebesar 6,42 persen, 2016 sebesar 6,32 persen, 2017 sebesar 6,24 persen dan 2018 sebesar 6,21 persen, artinya setiap tahun jumlah angka kemiskinan terus menurun. [Red]














Discussion about this post