Kaltengtoday.com, Tamiang Layang – Menyikapi kenaikan harga bahan bakar minyak di tingkat pengecer, Pemerintah Kabupaten pun segera mengambil sikap. Seperti yang dilakukan tadi (Senin, 20/4/2024) unsur gabungan dari Pemkab Bartim, TNI, Polri dan Satpol PP, turun langsung ke lapangan memastikan distribusi BBM berjalan lancar.
Baca Juga :Â Jaga Inflasi Daerah, Pemprov Kalteng Intensifkan Pengawasan BBM dan LPG
Dikatakan oleh Asisten 1 Setda Bartim, Ari Panan P Lelu SH, dari hasil pantauan di SPBU Longkang, harga masih mengacu pada ketentuan resmi. Pertalite masih di harga Rp10. 000 per liter, Pertamax Rp12. 600 dan Dexlite Rp24. 150.
Hanya saja, diakui memang Dexlite ini terjadi lonjakan cukup mengejutkan, di mana sebelumnya hanya seharga Rp14. 500 per liter. Sedangkan Bio Solar, stoknya tidak tersedia.
“Dari keterangan pihak pengelola, permintaan BBM setiap hari diajukan ke Depo Banjarmasin, tapi stoknya masih terbatas. Untuk kuota tambahan, mereka juga mengajukan namun sampai saat ini masih menunggu jawaban. Dan seperti yang kita lihat, Bio Solar saat ini kosong, ” ucap Ari Panan.
Sementara, harga di tingkat pengecer berbeda-beda. Ada yang menjual Pertalite seharga Rp13. 500 saja, namun ada pula yang menjual sampai Rp14. 000 per liter.
Baca Juga :Â Pemprov Kalteng Siapkan Strategi Jangka Panjang dan Perketat Pengawasan BBM
Pemkab Bartim pun mengimbau pengelola SPBU mengatur antrian dengan baik, untuk menghindari adanya keributan di tingkat masyarakat. Pemkab pun menilai pentingnya transparansi ketersediaan BBM, saat stok mulai menipis.
Dan untuk mengontrol distribusi, pelangsir BBM baik dari Bartim atau wilayah Tabalong, Kalsel, dibatasi maksimal hanya 20 liter per hari, serta tidak diperkenankan memakai jerigen.
Selanjutnya, Pemkab Bartim juga akan menerbitkan surat edaran atau imbauan resmi terkait pengaturan distribusi dan penjualan BBM.  [Red]














Discussion about this post