Kalteng Today – Palangka Raya, – Berdasarkan hasil temuan saat reses ke Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis), Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) masih menemukan beberapa persoalan yang dirasa perlu cepat ditangani oleh eksekutif.
Seperti halnya bangunan sekolah yang dianggap merupakan wadah strategis bagi anak – anak untuk meraih cita dan selain itu adalah untuk mempersiapkan generasi setempat agar dapat berpartisipasi dalam pembangunan daerah di masa yang akan datang.
“Kita berkunjung ke SMAN 2 Maliku, Kecamatan Maliku. Bangunan SMA ini cukup masuk kedalam, kemudian ada beberapa masalah klasik yang sering kita temukan waktu kita Kunjungan Kerja (Kunker) , yakni fasilitas,” kata Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kalteng, Kuwu Senilwati kepada awak media, Minggu (15/8).
Dirinya mengakui bahwa ada persoalan yang terjadi saat adanya aturan yang menetapkan SLB, SMA, SMK Sederajat lainnya diserahkan ke pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) ini akhirnya cukup terbengkalai.
“Dari fasilitas pendidikannya, fasilitas sekolah, maupun sarana dan pra sarana mereka tidak kita maksimalkan untuk proses belajar mengajar. Tentu ini seperti ruangan kelas, atap bocor, hingga perpustakaan yang sepi buku,” bebernya.
Baca Juga: Pemerintah Kalteng Larang Lomba 17-an, Lakukan Kegiatan ini di Rumah Yuk!
Selain itu, menurutnya hanya ada dua SMK yang di bangun selama kurang lebih jangka waktu lima tahun kebelakang, oleh pihak eksekutif atau instansi terkait dan pun menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) di seluruh kabupaten yang ada di Bumi Tambun Bungai tersebut.
“Dan ditambah lagi sarana dan prasarananya terbengkalai, terutama fasilitas untuk anak belajar, seperti ada jurusan IPA namun alat prakteknya tidak ada, tersedia jurusan Bahasa tapi tidak ada laboratorium bahasanya, itukan akhirnya proses belajar mengajar tidak maksimal,” tutupnya. [Red]














Discussion about this post