Masih banyak kehidupan masyarakat yang terisolir di wilayah, rawa, pesisir dan perbukitan/pegunungan ini sangat merugikan masyarakat dari sisi pembangunan nasional yg berkeadilan akibat faktor biaya dan porsi anggaran pembangunan atau APBD yang tidak ideal dibandingkan dengan luasan dan keadaan geografis wilayah kalimatan tengah.
Kalau mengacu dengan pulau jawa dari sisi luasan maka ideal jumlah provinsi Kalimantan tengah 7 provinsi. Namun, karena terbentur dengan jumlah penduduk hal tersebut tidak mungkin, karena jumlah penduduk sebagai salah satu persyaratan, namun kalau dilihat dari kedua sisi tersebut yaitu sisi luasan wilayah dan jumlah penduduk untuk dimekarkan jadi dua provinsi sangat memenuhi syarat,selain dilihat dari sisi persyaratan lainnya. Akuinya.
Baca juga :Â Polisi Tangkap Pengedar Sabu di Kabupaten Kotawaringin Timur
“Sumber daya alam Kalimantan Tengah sudah cukup banyak memberikan kontribusi terhadap negara, namun hasil pembangunannya belum sebanding khususnya dilihat dari keadaan infrastruktur jalan darat dan pendidikan, kesehatan dan industri wisata,”katanya.
Selanjutnya, peranan dan fungsi perbankan belum maksimal, sehingga tak sedikit orang kalteng yang menginvestasikan duitnya dan/atau juga membelanjakan duitnya di luar Kalteng seperti investasi rumah, pendidikan, kesehatan, perjalanan wisata dan lainnya.
Baca juga :Â Info Kalteng : Daya Tarik Kalimantan Tengah, Kamu Harus Tahu!
“Mengapa sampai terjadi masyarakat Kalteng menginvestasi dananya di luar kalteng, jawabnya karena minimnya fasilitas yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat yang lebih baik, sehingga memaksa harus menginvestasikan duitnya di luar kalimantan tengah, contohnya di Banjarmasin/Banjarbaru dan Jawa, Bali,”tambahnya lagi.














Discussion about this post