Kalteng Today – Pulang Pisau, – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pulang Pisau, Usis I Sangkai menjelaskan bahwa perbaikan jembatan di wilayah Bahaur Kecamatan Kahayan Kuala yang rusak memerlukan dana bervariasi. Tergantung dari panjang jembatan dan kondisi geografis wilayah.
Usis mengatakan, dari hasil survei pembuatan satu jembatan beton atau box culvert di Bahaur itu memerlukan dana paling sedikit Rp 500 juta.
“Itu paling kecil menelan dana sebesar Rp 500 juta. Bahkan ada yang lebih dari itu. Karena panjang jembatan dan geografis wilayah di masing-masing jembatan itu berbeda,” kata Usis I Sangkai, Jumat (4/9/2020).
Bayangkan, tambah Usis, jika ada 30 jembatan butuh berapa biaya untuk menyelesaikan semua jembatan itu. Sehingga perbaikannya tak bisa dilakukan sekaligus.
“Kalau ada anggarannya gampang saja. Tetap APBD kita itu dibagi untuk banyak kegiatan. Bukan hanya di DPUPR saja. Tetapi untuk instansi lain seperti pendidikan, kesehatan, pertanian, perikanan dan sebagainya,” jelas dia.
Baca Juga :Â Desa Bahaur Terima CSR Dana Instalasi Listrik Dari PT. SPW
Usis memaparkan, belum lagi daerah di Kecamatan Kahayan Kuala yang belum memiliki jembatan. Khususnya jalan yang menuju ke Desa Cemantan.
“Intinya pemerintah itu memperhatikan saja. Namun secara bertahap pasti akan diselesaikan,” pungkasnya. [BS-KT]














Discussion about this post