kaltengtoday.com – Sejauh ini tingkat pemahaman tenaga kesehatan yang bertugas di puskesmas Kabupaten Seruyan terkait tata kelola penggunaan obat-obatan masih minim. Dikarenakan tidak semua puskesmas Seruyan memiliki tenaga apoteker dan asisten apoteker.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Seruyan, Mahdiniansyah, di kantornya, Rabu (4/3/2020).
“Saat ini kami masih terus melakukan pembinaan terhadap tenaga kesehatan yang ada di puskesmas. Sebab mereka masih banyak yang belum memahami tata kelola obat,” kata Mahdiansyah.
Belum dipahaminya tata kelola obat oleh tenaga kesehatan puskesmas ini, contohnya stok obat yang duluan (pertama) datang belum habis, begitu ada stok baru yang datang itulah yang dipakai. Sehingga stok lama jadi tak terpakai dan akhirnya expired atau kadaluarsa, ungkapnya.
Mahdiniansyah menambahkan, terkait persedian stok obat-obatan diseluruh fasilitas kesehatan di Kabupaten Seruyan, hingga saat ini masih tetap mencukupi kebutuhan dalam tiap tahunnya.
“Untuk persediaan stok obat-obatan terutama pada puskesmas sejauh ini tidak pernah kehabisan stok. Kalaupun ada jenis obat yang mau habis, itu masih bisa ditangani penyediaannya kembali. Artinya, stok obat ini terus kita jaga jangan sampai kosong,” ujarnya.
Parnen-KT














Discussion about this post