kaltengtoday.com – Kekalahan Kalteng Putra 4-1 atas Madura United di kandang sendiri, stadion Tuah Pahoe tadi malam (Jumat,6/12/2019) tak hanya mengecewakan para pendukungnya saja namun juga sang pelatih asal Brasil Wesley Gomes De Olivera
Kepada wartawan usai pertandingan pelatih asal Brasil mengaku anak asuhnya sudah bermain maksimal saat menghadapi tim tamu di kandang sendiri.
“Mereka berjuang, tidak ada salahnya mereka ini, mereka tetap baik, spirit, berusaha, tidak ada yang salah dari mereka. Sekarang kita harus selesaikan, masih ada tiga pertandingan lagi tidak bisa di’stop’”ujarnya,
Ia juga meminta agar para pemainnya bersikap profesional karena mereka harus selesaikan kompetisi ini dengan hormat dan berjuang disisa pertandingan ini,” Kita berjuang hampir satu tahun dan kita yang tau kesulitan yang kita hadapi, tapi sayang kita kalah dikandang sendiri.”
Memang dalam laga melawan Madura FC kali ini Kalteng Putra harus menelan pil pahit. Pasalnya hasil pertandingan ini dimenangkan secara dramatis oleh Madura United FC dengan skor akhir 4-1 dan berlangsung di kandang kalteng Putra, Stadion Tuah Pahoe, Palangka Raya, Jumat malam (6/12/2019).
Memang pada lagan Kalteng Putra melawan Madura United FC yang dipimpin wasit Aprisman Arabda berlangsung sangat sengit. Pada babak pertama ini kedua kesebelasan tim sangat bersemangat dalam mencetak gol kegawang lawan.
Saling menekan pertahanan mereka lakukan agar bisa merobek jala gawang. Setelah gol pertama oleh Madura United FC, Kalteng Putra harus berusaha membalikkan kedudukan. Terlihat beberapa peluang yang dihasilkan Kalteng Putra pada menit ke-25 oleh Wanggai.
Kapten Madura United FC Nurcayhono menjadi pembuka kemenangan dengan gol pertama pada menit ke-6 setelah mendapatkan assist dari Alberto Goncalves alias Beto.
Merasa kertinggal 1-0 Kalteng Putra meningkatkan serangan untuk menyamakan kedudukan hingga pada menit ke-34, Kalteng Putra berhasil menerobos garis pertahanan Madura United FC dengan tendangan luar kotak pinalti oleh Wasyiat dan skor berubah 1-1.
Dengan skor seimbang permainan menjadi sengit antar kedua kesebelasan. Hingga pada akhirnya terjadi pelanggaran serius sehingga pemain Kalteng Putra Pahabol dan Madura United FC Nurcahyono harus menerima kartu kuning dimenit ke-42 babak pertama.
Namun mendekati akhir babak pertama, Madura United FC kembali berhasil mencetak gol melalui aksi Beto tepatnya di menit ke-43. Hingga turun minum babak pertama, skor sementara adalah 2-1 untuk keunggulan Madura United FC.
Pada babak kedua, permainan menjadi semakin panas. Saling adu strategi antar kesebelasan mulai diperlihatkan pada babak ini. Terlihat kedua tim beberapa kali melakukan pergantian pemain demi menjaga irama permainan.
Akhirnya pada menit ke-59 Madura United FC berhasil mejadikan skor 3-1 yang dihasilkan pemain bernomor punggung 9, Aleksandar Rakic.
Nampaknya skor 3-1 membuat tim Kalteng Putra menjadi patah semangat, terlihat beberapa kali melakukan kesalahan dalam mengoper bola. Kesempatan yang tidak ingin disia-siakan oleh Madura United FC, hingga pada menit ke-81 Diego Assis mencetak angka dengan tendangan bebas yang langsung menuju gawang Kalteng Putra sehingga memperbesar kekalahan Kalteng Putra atas Madura United FC 4-1. Hingga wasit meniup peluit panjang babak kedua, kedudukan tak berubah 4-1 untuk kemenangan madura United FC.
Menaggapi kemenangannya atas kalteng Putra, pelatih Madura United FC, Rasiman, mengatakan, kemenangan ini adalah buah dari kerja keras timnya setelah sebelumnya selalu menderita kekalahan.
“Kita menderita kalah secara beruntun dilima pertandingan. Tentunya disatu sisi sebagai Human Being (manusia) saya merasa sedih dengan kondisi Kalteng Putra,”ujarnya.
Ia merasa sedih karena ia mengaku sangat dekat dengan pelatih Kalteng Putra Wesley Gomes yang secara personal dikenalnya dengan baik.
“Bahkan hampir disetiap moment saya dan dia mempunyai persahabatan yang baik. Bahkan usai pertandingan saya mendatanginya keruang ganti untuk minta maaf,”ujar Rasiman.
Kony-KT














Discussion about this post